Erick Sebut 12 BUMN Mau IPO, tapi Belum Ada di Pipeline BEI

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 February 2021 10:28
Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan sampai dengan Kamis, 4 Februari kemarin sudah ada 27 calon emiten yang sedang dalam proses evaluasi untuk pencatatan saham di bursa. Namun, dari pipeline tersebut, belum ada perusahaan anak maupun cucu dari BUMN.

"Sampai dengan tanggal 4 Februari 2021, terdapat 27 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham BEI, dengan rincian terlampir. Bursa menyambut baik apabila terdapat filling dari perusahaan BUMN (anak usaha/cucu) masuk ke pipeline," kata Nyoman Yetna.


Rinciannya menurut Nyoman,

  1. Ada 4 perusahaan dari sektor basic materials;
  2. Ada 2 perusahaan dari sektor industrials;
  3. Ada 3 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals;
  4. Ada 6 perusahaan dari sektor consumer cyclicals;
  5. Ada 3 perusahaan dari sektor properties & real estate;
  6. Ada 3 perusahaan dari sektor technology;
  7. Ada 2 perusahaan dari sektor infrastructures;
  8. Ada 1 perusahaan dari sektor transportation & logistics;
  9. Ada 1 perusahaan dari sektor energy; dan
  10. 2 perusahaan yang sektor/klasifikasi masih dalam proses evaluasi bursa.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir merencanakan pada tahun ini akan membawa setidaknya 8 hingga 12 perusahaan pelat merah untuk melantai di pasar modal. Rencana ini akan dilakukan mulai tahun ini hingga 2023 mendatang.

Menteri BUMN Erick Thohir kemarin, Rabu (4/2/2021), mengatakan rencana pencatatan saham di BEI ini merupakan bagian dari transformasi BUMN yang sedang dilakukan kementerian. Diharapkan dengan tercatatnya saham BUMN di bursa, perusahaan pelat merah ini akan memiliki fundamental yang lebih baik dan memiliki bisnis yang sustain ke depannya.

"Di pipeline saya ga mau kasih fix-nya, nanti dicari, ada 8-12 yang akan go public. Tapi bukan sekedar go public tapi fundamental dan sustainability harus," kata Erick dalam pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/2/2021).

"8-12 ini disiapkan untuk 2021, 2022, 2023. Insyaallah dengan kerja keras dukungan OJK [Otoritas Jasa Keuangan], bursa dan seluruhnya ini bisa dijalankan sesuai dengan target yang dicanangkan," imbuh dia.

Dia mengungkapkan rencana aksi korporasi ini sejalan dengan roadmap jangka panjang BUMN yang membuat perusahaan-perusahaan ini dinilai 'seksi' untuk saat ini. Beberapa pengembangan jangka panjang yang dimaksud adalah rencana pengembangan EV battery hingga digital yang dicanangkan oleh kementerian.

"Dan insyaallah perusahaan yang akan listing perusahaan baik, ada strategi jangka panjang. Sama kalau diliat banyak perusahaan BUMN seksi karena roadmap jelas. Pengembangan jangka panjangnya apakah EV battery, apakah digitalnya dan lain-lain," tandasnya.

Salah satu BUMN yang merencanakan akan IPO tahun ini adalah anak usaha PT Pertamina (Persero). Hal ini disinggung langsung oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. "Di Q3-Q4 akan IPO salah satu unit bisnis kami, sehingga bisa meningkatkan transparansi unit usaha Pertamina ke depan," tutur Nicke.

Namun sayangnya Nicke tidak menyampaikan unit usaha mana yang akan melantai ke bursa saham. Sebetulnya, wacana IPO anak usaha Pertamina sudah mengemuka sejak tahun lalu dalam rapat kerja antara Pertamina dengan parlemen.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading