Usai Tekor, Anak Usaha Krakatau Akhirnya Cetak Laba Rp 512 M

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 January 2021 17:25
Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen baja nasional, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menyebutkan sepanjang 2020 anak usahanya akan mengantongi laba bersih senilai US$ 36,55 juta atau setara dengan Rp 511,74 miliar, asumsi kurs Rp 14.000/US$.

Berdasarkan bahan paparan yang disampaikan perusahaan, kinerja di akhir 2020 ini jauh membaik jika dibanding dengan periode full year 2019 yang malah mencatatkan rugi senilai US$ 169,32 juta atau Rp 2,37 triliun.

Di 2020, porsi tertinggi anak usaha disumbang dari PT Krakatau Tirta Industri (KTI) yang menyumbang laba senilai US$ 10,84 juta. Lalu PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) senilai Rp 10,78 juta.


Sedangkan PT Pipe Industries menyumbang laba kepada induk usahanya senilai US$ 7,55 juta.

Paparan KRAS, Januari 2021Foto: Paparan KRAS, Januari 2021
Paparan KRAS, Januari 2021

Dengan kinerja anak usahanya ini, kinerja perusahaan tahun lalu dari segi laba sebelum beban pajak akan tercatat senilai US$ 104 juta.

Kinerja ini melesat jika dibanding dengan kerugian di pos yang sama pada 2019 yang senilai US$ 530,5 juta.

Nilai EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) juga membaik setelah sebelumnya minus US$ 134,5 juta menjadi senilai US$ 81,2 juta.

Namun demikian, dalam prognosa ini disampaikan bahwa pendapatan perusahaan turun tipis menjadi US$ 1,35 miliar dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 1,42 miliar.

Kinerja yang membaik di tahun ini berhasil dicapai berkat restrukturisasi utang yang dilakukan perusahaan pada 2020 yang senilai US$ 1,96 miliar menjadi jangka panjang.

Selain itu perusahaan juga melakukan restrukturisasi organisasi dengan strategi pengurangan posisi organisasi induk, anak dan afiliasi.

Perusahaan juga melakukan efisiensi biaya operasional. Dengan itu perusahaan berhasil menurunkan biaya operasional tahun lalu dari senilai US$ 337,5 juta menjadi sebesar US$ 198 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading