Laba Terkontraksi, Bank Mandiri Perkuat Pencadangan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 January 2021 16:08
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi (Dok. Bank Mandiri)

Jakarta, CNBC Indonesia- Seperti diprediksi banyak pihak, laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun signifikan sebesar 37,71% selama 2020. Laba Bank Mandiri pada 2020 tercatat Rp 17,1 triliun, sementara pada 2019 tercatat Rp 27,48 triliun

Berdasarkan presentasi dari manajemen Bank Mandiri, penurunan laba disebabkan karena membengkaknya biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) hampir Rp 11 triliun menjadi Rp 22,89 triliun.

Hal ini sejalan dengan meroketnya kredit bermasalah di Bank Mandiri, dari 2,33% pada Desember 2019 menjadi 3,09% pada Desember 2020.


Sementara itu pendapatan bunga bersih dan premi bersih turun 5,27% menjadi Rp 58,02 triliun. Namun fee based income meningkat 4,92% menjadi 28,69 triliun.

Penyaluran kredit Bank Mandiri terkontraksi 1,61% yoy secara ending balance, meski masih lebih baik bila dibandingkan kontraksi 2.41% yang dialami perbankan nasional.

Namun demikian, secara konsolidasi, pertumbuhan kredit secara average balance atau baki debet rata-rata berhasil mencatat perkembangan, yakni tumbuh 7,08% yoy menjadi Rp871,3 triliun.


Sedangkan penghimpunan DPK Bank Mandiri secara konsolidasi pada akhir 2020 tercatat tumbuh 12,24% yoy, menjadi Rp 1.043,3 triliun. Pertumbuhan DPK ini juga masih lebih baik bila dibandingkan dengan industri perbankan yang tumbuh 11,1%.

"Kami menerapkan kebijakan penyaluran kredit secara prudent dan selektif kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat. Hasilnya, kami mampu menjaga kualitas kredit sehingga rasio NPL konsolidasi masih baik di 3,09%." ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Kamis (28/1/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading