Dear Emak-emak, Maaf Harga Emas Antam Hari Ini Loyo

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
23 January 2021 12:15
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas di pasar primer nasional pada hari ini, Sabtu (23/1/2021), melemah 0,42% atau Rp 4.000, menjadi Rp 957.000 per gram. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat kilau Logam Mulia kurang menarik.

Harga emas di pasar spot dunia pada Jumat kemarin turun hingga 0,93% atau US$ 17,36 (Rp 243.387) per troy ons ke US$ 1.852,55 (dari posisi sehari sebelumnya pada US$ 1.869,91 per troy ons).

Akibatnya, harga emas di PT Aneka Tambang Tbk hari ini terhitung melemah 0,83% jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu pada 30 Desember 2020 yang berada di level Rp 965.000 per gram.


Emas sempat menjadi aset yang bersinar paling terang setelah pemerintah AS dan Senat menyepakati pengucuran stimulus lanjutan sebesar US$ 900 miliar pada Desember. Ketika stimulus membanjir, nilai tukar dolar AS pun tertekan. Investasi di Surat Berharga Negara (SBN) AS pun kurang menarik karena nilai intrinsiknya tertekan.

Dus, investor pun memburu aset aman (safe haven) lain yang menjanjikan keuntungan seperti misalnya emas. Tidak heran, harga emas Antam masih berada di atas Rp 1 juta pada 9 November 2020.

Namun, dolar AS kemarin menguat, terlihat dari reli indeks dolar sebesar 0,1% ke 90,209. Indeks dolar merupakan acuan pergerakan mata uang dolar AS terhadap enam mata mitra dagang utamanya. Ketika dolar AS menguat, emas-yang harga belinya di pasar global dipatok dengan dolar AS--menjadi lebih mahal dan kurang menarik.

Penguatan dolar AS terjadi setelah China dilaporkan gagal memenuhi target pembelian produk AS yang ditetapkan pada perjanjian dagang fase I. Data Peterson Institute for International Economics menyebutkan China pada 2020 mengimpor barang AS senilai US$ 100 miliar, atau hanya 58% dari target US$ 173,1 miliar.

Hal ini memicu kecemasan masih bakal panasnya hubungan AS-China terutama di tengah sikap keras pemerintahan Biden terkait China. Janet Yellen, calon menteri keuangan AS, saat sidang konfirmasi pencalonannya di hadapan Senat masih menunjukkan sikap keras terhadap China.

"Kita perlu menghentikan praktik kejam, tidak adil, dan ilegal China," kata Yellen sebagaimana diberitakan CNBC International, Selasa (19/1/2021). "China meremehkan perusahaan Amerika dengan praktik dumping, membuat hambatan perdagangan, dan memberikan subsidi ilegal kepada perusahaan."

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading