Alert! Bursa Asia Pagi Ini 'Kebakaran', Jangan Ngegas Terus

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
22 January 2021 08:51
A woman walks past an electronic board showing Hong Kong share index outside a local bank in Hong Kong, Monday, April 1, 2019. Shares have surged in Asia following a bullish Friday on Wall Street, where the benchmark S & P 500 logged its biggest quarterly gain in nearly a decade. (AP Photo/Vincent Yu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia mayoritas dibuka melemah pada Jumat (22/1/21), mengikuti pergerakan saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang kurang bergairah pada Kamis (21/1/21) waktu setempat.

Hanya KOSPI Korea Selatan yang dibuka di zona hijau pada hari ini, yakni menguat 0,18%. Sisanya, dibuka di zona merah dimana indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,65%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,4%, Shanghai Composite terdepresiasi 0,25%, dan Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,35%.

Di Asia, data inflasi Jepang periode Desember 2020 telah dirilis pada pagi hari ini. Adapun inflasi Negeri Sakura pada Desember 2020 masih tercatat di zona negatif, yakni minus 1,2% secara tahunan (year-on-year/YoY).


Sedangkan secara bulanan (month-on-month/MoM), inflasi Negeri Sakura tercatat minus 0,3%. Angka ini lebih baik dari periode sebelumnya, November 2020 yang di level minus 0,5%. Adapun inflasi inti Jepang tercatat masih di zona negatif, yakni minus 1% (YoY).

Beralih ke AS, bursa saham Wall Street kurang bertenaga pada perdagangan Kamis waktu setempat, sehari pasca mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah dilantiknya Joe Biden menjadi Presiden AS ke-46.

Meski demikian, indeks S&P 500 mampu mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa setelah menguat tipis 0,03% ke 3.853,07. Indeks Nasdaq mampu berlari lebih kencang 0,55% ke 13.530,92 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Sementara indeks Dow Jones melemah tipis 0,04% ke 31.176,01, turun dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai sehari sebelumnya.

Pelantikan Joe Biden pada hari Rabu membawa ketiga indeks utama tersebut mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Biden diharapkan mampu mempercepat vaksinasi sehingga perekonomian bisa segera dibuka.

Para analis di Wall Street juga optimis rencana Biden dalam menangani pandemi Covid-19 bisa membawa bursa lebih tinggi lagi.

Biden merilis rencana pengendalian pandemi di hari pertama berkantor, termasuk menerbitkan keputusan presiden (executive orders) dan rencana menggunakan UU Produksi Pertahanan untuk mendongkrak produksi alat pelindung diri (APD).

Dia juga akan mempercepat vaksinasi dengan menggunakan pendanaan pemerintah federal dan pemerintah lokal, memperbanyak pusat vaksinasi dan merilis kampanye pendidikan nasional.

"Kami melihat laju vaksinasi sebagai kunci pendorong bursa sepanjang 2021, seperti halnya peralihan mobilitas dan kasus Covid-19 mempengaruhi bursa pada 2020," tutur Keith Parker, Kepala Perencana Saham UBS, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Data klaim pengangguran yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ada 900.000 penganggur baru akhir pekan lalu, atau , turun dari pekan sebelumnya 965.000 orang. Capaian itu lebih baik daripada estimasi ekonom di polling Dow Jones yang sebanyak 925.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading