BI Pertahankan Suku Bunga, IHSG Koreksi Tipis Saja

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
21 January 2021 15:26
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat melejit 1% di awal sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mesti berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (21/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut terkoreksi 0,25% ke 6.413,89. Sebanyak 248 saham menguat, 241 tertekan dan 140 lainnya flat.

Transaksi bursa surut dengan 18 miliar lebih saham diperdagangkan sebanyak 1,5 juta kali lebih sedangkan nilai transaksi bursa hanya mencapai Rp 19 triliun, di mana investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 243 miliar di pasar reguler, yang menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka memilih merealisasikan keuntungan.

Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PT BFI Finance Tbk (BFIN) sebesar Rp 52 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 44 miliar. Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 103 miliar dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) Rp 70 miliar.


Sentimen positif yang sempat mengangkat bursa muncul dari Wall Street yang mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa usai dilantiknya Joe Biden. Selain pelantikan Biden, Senat AS yang sebelumnya dikuasai oleh Partai Republik, kini dikuasai oleh Partai Demokrat, sehingga memuluskan kebijakan stimulus Negara Adidaya tersebut.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertama di tahun 2021. Dimana BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap bertahan di 3,75%.

Sepanjang 2020, BI menurunkan suku bunga sebanyak 125 basis poin (bps). Di level Asia Tenggara, BI hanya kalah agresif dari bank sentral Filipina.

RDG BI berikutnya akan berlangsung pada 17-18 Februari 2021. Bulan depan, cakupan RDG adalah kuartalan dan BI akan memberikan proyeksi terbaru untuk sejumlah indikator ekonomi nasional.

Selain itu BI memperkirakan arus modal asing masih akan mengalir deras ke pasar keuangan Tanah Air. Bahkan nilainya bisa lebih besar dari tahun lalu.

"Aliran modal masuk asing di portofolio, termasuk Indonesia, akan meningkat. Untuk Indonesia, kami perkirakan tahun ini insya Allah portofolio asing bisa mencapai US$ 19,1 miliar. Lebih tinggi dari tahun lalu yaitu US$ 11 miliar," ungkap Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam keterangan pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Januari 2021, Kamis (21/1/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading