Ekonomi China Bangkit, Bursa Asia Ditutup Mixed

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
18 January 2021 17:07
Bursa Asia

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada Senin (18/1/21) awal pekan ini, setelah China merilis data pertumbuhan ekonominya pada kuartal IV tahun 2020.

Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin pelemahan hari ini, di mana indeks Negeri Gingseng tersebut terkoreksi parah 2,33%. Sedangkan Nikkei Jepang juga ditutup merosot 0,97% dan Straits Times Index (STI) Singapura ditutup melemah 0,48%.

Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melesat 1,01% dan Shanghai Composite China menguat 0,84%.


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup menguat 0,26% di level 6.389,83. IHSG berhasil ditutup menguat setelah sebelumnya dibuka di zona merah pada hari ini.

Transaksi bursa kembali bergairah dengan 35 miliar lebih saham diperdagangkan, sebanyak lebih dari 1,9 juta kali transaksi.

Adapun nilai transaksi bursa hari ini mencapai Rp 23,7 triliun, di mana investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 247 miliar di pasar reguler.

Pasar di kawasan Asia Pasifik sempat memerah di awal perdagangan, namun beberapa indeks berhasil berbalik arah ke zona hijau setelah China merilis data pertumbuhan ekonominya pada kuartal IV-2020, walaupun indeks KOSPI Korea Selatan, Nikkei Jepang dan STI Singapura tak mampu berbalik arah ke zona hijau.

Pembacaan angka Produk Domestik Bruto (PDB) China kuartal IV-2020 yang diprediksikan akan tumbuh 6,1% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 4,9% ternyata lebih baik dari perkiraan dengan kenaikan 6,5% YoY.

Namun dalam kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), PDB China hanya tumbuh 2,6% pada kuartal keempat 2020.

Sementara produksi industri China juga lebih baik dari perkiraan setelah melesat 7,3% dibandingkan dengan konsensus yang memprediksikan output industri berada di kisaran 6,9%.

Meskipun demikian tercatat penjualan ritel kurang memuaskan karena hanya mampu tumbuh 4,6% sementara konsensus memprediksikan penjualan ritel Negeri Panda mampu melesat 5,5%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading