Trump Tak Sudi Beli Barang China, Awas Rupiah Kena Getahnya!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
18 January 2021 09:10
Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot pagi ini. 'Perang' AS-China yang memanas membuat investor memilih bermain aman dan urung masuk ke instrumen berisiko.

Pada Senin (18/1/2021), US$ 1 setara dengan Rp 14.000 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat tipis 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Namun tidak lama kemudian rupiah masuk zona merah. Pada pukul 09:04 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.020 di mana rupiah melemah 0,07%.


Sepanjang pekan lalu, rupiah terdepresiasi 0,21% di hadapan dolar AS. Mata uang Negeri Paman Sam kembali 'bergentayangan' di atas Rp 14.000.

Awal pekan ini, sepertinya tren pelemahan rupiah belum mau pergi. Pasalnya, 'cuaca' di luar sedang tidak bersahabat, ada sentimen eksternal yang membuat rupiah sulit menguat.

Sentimen itu adalah friksi AS-China yang menegang. Di senjakala pemerintahannya, Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan perang urat-syaraf kepada China.

Teranyar, presiden ke-45 Negeri Adidaya itu menginstruksikan kementerian untuk meminimalkan pengadaan barang dan jasa dari Negeri Tirai Bambu. Robert O'Brien, Penasihat Keamanan Gedung Putih, menyatakan langkah itu bertujuan untuk mengurangi risiko spionase.

"Untuk alasan ini, AS harus mengambil langkah demi melindungi kepentingannya. Kami harus menyesuaikan kebijakan untuk mengurangi risiko aktivitas spionase Partai Komunis China kepada pemerintah AS. Apapun yang berkaitan dengan perusahaan China punya risiko untuk digunakan sebagai sarana ke arah sana. Misalnya, perangkat keras (hardware) mereka bisa masuk ke jaringan kami sehingga menimbulkan kerawanan," tegas O'Brien, seperti dikutip dari Reuters.

Hubungan AS-China Penuh Liku
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading