Lanjutkan Penguatan, Saham BUMI Naik 2% Hari Ini

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
14 January 2021 15:38
Tambang Kaltim Prima Coal Foto: Wahyu Daniel

Jakarta, CNBC Indonesia- Saham Produsen batu bara terbesar di Indonesia PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat 18,44% atau 19 poin ke Rp 122 pada perdagangan Kamis (14/1/2020). Namun setelah menyentuh level tertinggi itu, saham BUMI terkoreksi hingga ditutup Rp 105, meningkat 1,9% dibandingkan kemarin.

Transaksi yang terjadi hari ini tergolong besar, yakni 5,45 miliar diperdagangkan dengan nilai Rp 600,18 miliar. Investor asing tercatat lebih banyak mengakumulasi saham ini dengan nilai beli bersih mencapai Rp 3,02 miliar.

Hari ini merupakan kali kedua saham BUMI menguat setelah kemarin melesat 33% menjadi Rp 103/saham.


Menanggapi lonjakan harga saham tersebut, Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan pergerakan tersebut dapat disebabkan perbaikan sentimen karena kenaikan harga komoditas termasuk batu bara, emas, minyak, dan CPO. Selain itu prospek vaksin sejak awal pandemi Covid-19 pun menjadi sentimen positif bagi perekonomian termasuk sektor batu bara.

"Strategi jangka menengah yang kuat, termasuk pasokan batu bara untuk proyek gasifikasi. Kemudian bagaimana perusahaan tetap menjaga volume dan kewajiban hutang yang berkelanjutan meski dalam kondisi pandemi yang menantang," kata Dileep kepada CNBC Indonesia.

Selain itu pangsa pasar BUMI juga masih terjaga dengan baik, dengan pemegang saham multinasional yang kuat dan juga dari jajaran manajemen. Anak usaha BUMI juga memiliki prospek yang menarik, misalnya untuk Arutmin yang telah mendapatkan IUPK, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang kuat di proyek non batu bara, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

"BUMI adalah perusahaan yang sahamnya sangat undervalued dibandingkan dengan pemain sektor lainnya. Investor domestik dan asing melihat pembelian yang menarik dengan prospek jangka menengah yang tak tertandingi," kata Dileep.

Sebelumnya, perusahaan juga mengungkapkan sepanjang 2020 telah memproduksi 83-85 juta ton batu bara, atau hampir sama dengan produksi 2019. Sementara untuk tahun ini, BUMI menargetkan produksi batu bara mencapai 85-90 juta ton atau naik sekitar 5,8% dibandingkan 2020.

"Masih belum menerima data pastinya, tetapi saya rasa produksi sepanjang 2020 mencapai sekitar 83-85 juta ton. Sementara tahun ini kami mengupayakan bisa mencapai produksi 85-90 juta ton," kata Dileep.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading