Bursa Asia Dibuka Cerah, Sayangnya Shanghai & Kospi Merah

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
14 January 2021 08:55
Pialan di pasar saham Asai

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (14/1/21), jelang perilisan data perdagangan China untuk periode Desember 2020.

Indeks Shanghai Composite China dibuka melemah 0,38% dan KOSPI Korea Selatan dibuka terkoreksi 0,25%.

Sedangkan indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,49%, Hang Seng Hong Kong terapresiasi 0,61%, dan Straits Times Index (STI) Singapura tumbuh 0,61%.


Data perdagangan China untuk Desember 2020 diperkirakan akan rilis sekitar pukul 11:00 waktu setempat atau pukul 10:00 WIB.

Beralih ke Bursa Saham Negeri Adidaya (Amerika Serikat/AS), Wall street ditutup bervariasi di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi (Treasury) AS.

Dow Jones ditutup minus 0,03% ke level 31.060,47, S&P 500 naik 0,2% ke 3.809,84 dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,4% ke 13.128,95.

Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melesat ke atas 1%. Namun yield obligasi AS tersebut mulai turun meski masih di atas 1%.

Ekspektasi akan adanya stimulus fiskal tambahan adalah salah satu alasan di balik kenaikan imbal hasil instrumen investasi pendapatan tetap tersebut. Presiden terpilih Joe Biden diperkirakan akan merilis rincian rencana ekonominya pada hari Kamis.

Kemenangan Senat dari Partai Demokrat di Georgia semakin mengukuhkan bahwa Kongres kini telah dikuasai oleh Partai Biru sehingga kemungkinan jalannya stimulus fiskal jumbo bernilai triliunan dolar AS akan lebih mulus.

Sementara itu kondisi di Washington DC masih panas. DPR AS (The House) sepakat untuk memakzulkan Presiden Donald Trump atas tindakannya yang dianggap menghasut para pendukungnya untuk menyerang Gedung Kongres di The Capitol minggu lalu.

Dalam kerusuhan tersebut setidaknya ada lima orang tewas termasuk anggota polisi The Capitol. Klausul pemakzulan Trump akan akan dikirimkan ke Senat dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan pada Selasa (12/1/21) malam bahwa dia tidak akan mencopot Presiden Donald Trump dari jabatannya karena merasa hal tersebut bukan menjadi prioritas nasional saat ini.

Meski banyak pihak yang mendukung pencopotan Trump termasuk 8 anggota DPR dari Partai Republik, tetapi proses pemakzulan kemungkinan besar sulit untuk dilakukan sebelum pelantikan presiden ke-46 AS pada 20 Januari nanti.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading