Bursa Asia

Wow! Indeks Shanghai Ngamuk, Hang Seng Ikutan 'Kesurupan'

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
12 January 2021 16:53
A woman walks past an electronic board showing stock information at a brokerage house in Fuyang, Anhui province, China March 23, 2018. China Daily via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia ditutup bervariasi, dengan mayoritas menguat pada Selasa (12/1/2021), karena investor global masih fokus memantau perkembangan virus Corona dan kondisi perpolitikan di Amerika Serikat (AS).

Indeks STI Singapura dan KOSPI Korea Selatan ditutup di zona merah pada hari ini. STI Singapura melemah 0,23% dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,71%.

Sedangkan sisanya ditutup di zona hijau pada hari ini, yakni indeks Nikkei Jepang ditutup menguat tipis 0,09%, Hang Seng Hong Kong melesat 1,32%, dan Shanghai Composite juga meroket 2,18%.


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup menguat 0,2% di level 6.395,67, setelah sempat menyentuh level psikologis 6.400 pada perdagangan hari ini.

Risiko yang masih membayangi benak pelaku pasar adalah kenaikan kasus corona di seluruh dunia, sehingga bursa Asia Pasifik cenderung bergerak mixed.

Kenaikan kasus infeksi di Eropa menyita perhatian investor di tengah harapan vaksinasi massal di Benua Biru akan menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Investor juga fokus memantau perkembangan di Washington setelah DPR yang dikendalikan Partai Demokrat pada Senin mengajukan pasal pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden AS Donald Trump karena menyulut penyerbuan gedung Capitol pekan lalu.

Selain itu, prospek stimulus fiskal tambahan pada tahun ini juga terus diperhatikan setelah Partai Demokrat mendominasi Senat dan Kongres. Presiden terpilih Joe Biden pada Jumat menjanjikan gelontoran stimulus ekonomi, yang disebutkan bernilai "triliunan dolar."

Dia menjanjikan akan memberikan lebih banyak detil pada Kamis nanti, atau enam hari jelang hari pertamanya berkantor di Ruang Oval, Gedung Putih. Kebutuhan stimulus yang lebih besar semakin mendesak menyusul buruknya data ketenagakerjaan per Desember lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading