Tak Menguntungkan, Indosat Pastikan akan Lepas Bisnis Satelit

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 January 2021 12:28
PE Indosat

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indosat Tbk (ISAT) memastikan ke depannya tak lagi akan memiliki dan mengoperasikan satelit lantaran dinilai sudah tidak lagi memiliki skala ekonomi yang kompetitif bagi bisnis perusahaan.

Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Natasha Nababan mengatakan belum lama ini perusahaan memang telah melepaskan slot orbit satelitnya di 113 derajat BT.

"Ke depannya perusahaan tidak akan lagi memiliki dan mengoperasikan satelit. Karena memang secara skala ekonomi, dulunya perusahaan punya tiga sekarang tinggal satu, itu tidak efisien lagi dan kita tidak bisa memberikan harga yang kompetitif untuk layanan satelit," kata Natasha dalam paparan publik virtual, Selasa (12/1/2021).


Ke depannya, perusahaan hanya akan berfokus pada bisnis utamanya yakni sebagai penyedia layanan komunikasi terutama di bisnis digital.

Seperti diberitakan sebelumnya, Setelah gagal meluncurkan Satelit Nusantara 2 ke orbit 113 derajat BT, Indosat Ooredoo ternyata tak melanjutkan penggunaan filling satelitnya. Kemudian pengguna baru diberikan pada anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang mengurusi satelit yakni PT Telkom Satelit (Telkomsat).

Kementerian Kominfo menyebutkan jika Indonesia tetap ingin menempati slot orbit 113 derajat BT. Setelah Satelit Nusantara 2 gagal meluncur, pemerintah lalu meminta perpanjangan masa laku filling satelit pada International Telecommunications Union (ITU).

"Radio Regulations Board ITU menerima permohonan Indonesia tersebut dan Indonesia diberikan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT," tulis pihak Kominfo di laman resminya.

Sebagai informasi, slot orbit 113 derajat sebelumnya diisi Satelit Palapa D. Namun satelit itu telah mengakhiri masa operasinya tahun lalu. Sebagai penggantinya, Satelit Nusantara 2 lah yang akan ditempatkan di sana. Namun akhirnya gagal meluncur pada bulan April 2020 lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading