Bukan Cuma Sekarang, Dana Asing Bakal Banjiri Indonesia 2021

Market - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
12 January 2021 09:40
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Pasca ambruknya koridor lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI kemarin (15/1/2018), hari ini aktifitas perdagangan saham kembali berjalan normal

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana asing diprediksi bakal terus membanjiri bursa saham Indonesia setelah di awal tahun tercatat masuk dalam jumlah besar. Broker asing menilai, investor global melihat ada potensi investasi yang menjanjikan di pasar saham Indonesia. 

Berdasarkan data BEI, hingga perdagangan Senin (11/9/2021), nilai beli bersih (net buy) investor asing di bursa saham domestik mencapai Rp 5,4 triliun dalam hitungan 6 hari perdagangan. Ini berbanding terbalik dengan tahun lalu dimana net sell investor asing lebih dari Rp 50 triliun.

Direktur Utama PT Maybank Kim Eng Sekuritas, Wilianto Ie mengatakan alasan lain asing masih masuk ke Indonesia karena proaktif dalam menangani Covid-19.


"Kita lihat investor institusi asing baru bergerak dalam 2-3 minggu terakhir. Mereka kembali kepincut mengoleksi saham kita karena mereka menilai Indonesia cukup proaktif dalam penanganan Covid-19," kata Wilianto Lee dalam program acara Investime di CNBC Indonesia, Senin, 11 Januari 2021.

Dia melanjutkan bahwa faktor lainnya yakni disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law oleh pemerintah. UU Ciptaker diharapkan dapat mendorong perekonomian oleh pertumbuhan investor asing di Indonesia.

Terakhir, secara fundamental ekonomi Indonesia bagus dan obligasi pemerintah Indonesia menawarkan yield yang masih kompetitif.

Seperti diketahui, obligasi di negara maju return nya sangat rendah yakni 1% bahkan di bawahnya untuk 10 tahun sehingga mereka akan mencari obligasi negara yang memberikan yield tinggi dengan pertumbuhan ekonomi yang baik.

"Obligasi di negara maju itu sangat rendah ada yang 1% dan ada dibawahnya untuk 10 tahun. Investor asing akan mencari negara-negara yang memiliki fundamental bagus dan secara risiko sudah jauh berkurang dan pertumbuhan ekonominya membaik di 2021-2022," papar dia.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading