Waspada! Saham Anak Usaha Sentul City Masuk Radar BEI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 January 2021 14:27
Dok Serpong Natura City

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham pengembang properti PT Natura City Development Tbk (CITY) akhirnya masuk dalam radar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai saham yang pergerakannya di luar kebiasaan alias Unusual Market Activity/UMA.

CITY adalah anak usaha PT Sentul City Tbk (BKSL) dengan kepemilikan sebesar 51,44%. Natura City mengelola proyek Serpong Natura City.

Dalam pengumumannya, BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Namun bursa saat ini tengah mencermati perkembangan pergerakan saham ini.


BEI tetap meminta investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya yang disampaikan perusahaan.

Bursa juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi (corporate action) apabila belum mendapatkan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan terakhir adalah mengenai pelaksanaan paparan publik pada 16 Desember 2020 lalu.

Kenaikan saham perusahaan ini memang cukup signifikan, terutama dalam 6 bulan terakhir. Tercatat kenaikannya dalam periode tersebut mencapai 373,08%.

Harga sahamnya juga mencapai harga tertinggi hingga akhir perdagangan pagi ini, Senin (11/1/2021) di Rp 248/saham dengan kenaikan intraday 33,70%.

Saham ini juga hanya diminati oleh investor domestik saja. Dibuktikan dengan tak adanya transaksi dari broker asing atas saham ini selama enam bulan terakhir.

Perusahaan yang sahamnya mulai tercatat di BEI pada 20 September 2018 ini melepas sahamnya di Rp 120/saham dan mendapatkan dana Rp 312 miliar dengan melepas 2,6 miliar saham.

Hingga akhir September 2020 lalu perusahaan membukukan kerugian bersih mencapai Rp 8,16 miliar. Berbanding terbalik dengan keuntungan bersih yang diraih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang untung Rp 138,36 juta.

Pendapatan perusahaan juga turun menjadi senilai Rp 37,36 miliar pada akhir kuartal III-2020 dari posisi Rp 55,61 miliar di akhir September 2019.

Dalam paparan publiknya bulan lalu, manajemen perusahaan menyebutkan bahwa penurunan kinerja terjadi karena dampak pandemi Covid-19. Hal ini tak hanya berdampak pada perusahaan, namun juga pada sektor properti secara keseluruhan.

Perusahaan berharap dengan adanya vaksin dan penurunan angka positif Covid-19 di dalam negeri akan berdampak ada perekonomian sehingga memberikan efek pada sektor properti.

Sampai dengan keterbukaan informasi terakhir disampaikan, perusahaan telah mencatatkan pemasaran 1.825 unit rumah dan ruko dengan total penjualan 1.321 unit. Sebanyak 1.145 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading