Desember, Cadangan Devisa RI Tertinggi Kedua Sepanjang Masa!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
08 January 2021 12:39
foto ilustrasi dollar

Jakarta, CNBC Indonesia - Cadangan devisa (cadev) Indonesia akhirnya membukukan kenaikan di bulan Desember setelah mengalami penurunan dalam 3 bulan beruntun. Kenaikan pada akhir 2020 tersebut juga terbilang besar, hingga menyentuh level tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa naik US$ 2,3 miliar menjadi US$ 135,9 miliar di bulan Desember dari bulan sebelumnya. Sementara itu, rekor tertinggi cadev dicapai pada bulan Agustus lalu sebesar US$ 137 miliar.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," sebut keterangan tertulis BI, Jumat (8/1/2021).


Sebelumnya naik di bulan Desember, penurunan cadev dalam 3 bulan beruntun terjadi akibat pembayaran utang pemerintah.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan proyeksi utang pemerintah yang jatuh tempo pada 2020 sebesar Rp 238 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari jatuh tempo obligasi negara Rp 158 triliun dan pinjaman Rp 80 triliun.

Sementara di bulan Desember, menurut keterangan BI, peningkatan cadev terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan penerimaan pajak.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," pungkas siaran BI.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2020 merencanakan penarikan pinjaman luar negeri sebesar US$ 7,3 miliar (sekitar Rp 109 triliun, kurs Rp 15.000/US$).  

Berdasarkan rilis APBN KiTa edisi Desember 2020, realisasi penarikan pinjaman luar negeri mencapai mencapai Rp 95,17 triliun, dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri sebesar Rp 76,89 triliun. Sehingga pinjaman luar negeri hingga pertengahan Desember sebesar Rp 18,27 triliun.

Selain itu, di bulan Desember, pemerintah juga melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) di awal Desember lalu, dengan target indikatif Rp 20 triliun. Dalam proses lelang tersebut, pemerintah mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) 4 kali lipat dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 94,3 triliun.#

Pemerintah memenangkan sebesar Rp 25,6 triliun, lebih besar dari target indikatif Rp 20 triliun.

Cadev Juga Terbatu Harga Komoditas Yang Meroket & Stabilnya Rupiah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading