Gilak! Harga Bitcoin Rekor Terus, Emas Kapan Gilirannya ya?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
08 January 2021 08:12
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Di awal tahun 2021 harga emas sudah kembali ke level US$ 1.900/troy ons. Harga emas bahkan hampir menyentuh US$ 1.950/troy ons pada 5 Desember lalu. Namun setelah itu harga emas longsor mendekati level psikologis US$ 1.900/troy ons.

Hari ini Jumat (8/1/2021), harga logam mulia emas di arena pasar spot mengalami kenaikan 0,16% dibanding penutupan kemarin. Emas dibanderol US$ 1.916,31/troy ons pada 07.00 WIB.


Kerusuhan yang terjadi di gedung kongres AS (The Capitol) oleh masa pendukung Trump yang menolak hasil pemilu tak memicu terjadinya guncangan di pasar saham. Setelah kondisi mulai membaik dan stabil Wall Street ditutup dengan sumringah tadi pagi. 

Kongres tetap mengesahkan pasangan Joe Biden dan Kamala Haris sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Kini jajaran eksekutif maupun legislatif di Paman Sam dikuasai oleh Partai Demokrat. 

Pemilihan Senator di Georgia telah berakhir. Dua calon Senator dari Partai Demokrat yakni Jon Ossoff dan Raphael Warnock berhasil merebut dua kursi Senator dari petahana Partai Republik. Dengan begitu saat ini baik Senat maupun The House (DPR) dikuasai oleh Partai Biru.

Kemenangan Demokrat di segala lini membuat kemungkinan kebijakan fiskal ekspansif di tengah masih merebaknya pandemi Covid-19 bakal ditempuh. Tambahan stimulus bernilai jumbo berpeluang kembali digelontorkan. 

Apabila hal tersebut terjadi maka akan menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan termasuk emas. Di tahun 2020 harga emas berhasil melesat 25% akibat banjir stimulus fiskal dan moneter. 

Kondisi makroekonomi dan pasar saat ini masih memberi sokongan fundamental yang kuat untuk emas. Suku bunga rendah, imbal hasil riil obligasi pemerintah AS yang negatif dengan adanya tren kenaikan inflasi serta pelemahan dolar AS semuanya positif untuk emas.

Untuk tahun 2021 prospek harga emas dinilai masih positif meski sebagian analis maupun ekonom meramalkan kenaikannya tidak akan sefantastis tahun lalu. Capital Economics misalnya. Lembaga think tank tersebut meramal harga emas akan mentok di US$ 1.900/troy ons sebelum jatuh ke US$ 1.875/troy ons di kuartal I 2022.

"Kami memperkirakan imbal hasil riil AS akan turun lebih jauh pada tahun 2021 karena ekspektasi rebound inflasi seiring dengan naiknya harga minyak. Namun, kami berpikir bahwa sebagian besar kenaikan besar harga emas sudah berlalu karena keberhasilan peluncuran vaksin virus corona akan meningkatkan penjualan aset safe haven seperti ETF (exchange traded fund) berbasis emas," tulis Caroline Bain sebagai Chief Commodities Economist di Capital Economics.

Berbeda dengan Capital Economics, Bloomberg Intelligence cenderung lebih bullish. Harga emas diperkirakan bisa tembus US$ 2.000/troy ons lagi.

"Dalam lanskap investasi yang semakin didominasi oleh seberapa rendah - atau negatif - bank sentral akan menetapkan suku bunga dasar, bersama dengan meningkatnya utang terhadap PDB dan QE, kami melihat fondasi menguat di bawah harga emas. Resistensi sekitar US$ 2.000/troy ons pada tahun 2020 akan berubah menjadi level support pada tahun 2021," tulis Mike McGlone, Strategis komoditas dari Bloomberg Intelligence, sebagaimana dilaporkan Kitco News.

Sebagai salah satu aset lindung nilai dari kemungkinan inflasi yang tinggi, emas kini punya pesaing baru. Namanya adalah Bitcoin. Ya, criptocurrency tersebut mulai digandrungi oleh investor institusional.

Ketika harga emas longsor dari level tertingginya sepanjang sejarah Agustus tahun lalu, ada outflow senilai US$ 7 miliar dari ETF (exchange traded fund) emas dan masuk ke aset yang berbasis Bitcoin sebesar US$ 3 miliar. 

Bitcoin terus mencetak rekor tertinggi barunya. Belum lama ini 1 bitcoin dibanderol di US$ 40.000. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan harga Bitcoin melesat sampai tiga kali lipat. 

Bagaimanapun juga adanya potensi bubble Bitcoin menjadi risiko nyata di pasar dan akan membuat emas kembali diminati sekali lagi sebagai aset minim risiko. Minat yang tinggi akan turut mengerek harganya ke 'utara'.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading