Dibuka Menguat, IHSG Akhiri Sesi 1 dengan Koreksi 49 Poin

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
06 January 2021 11:57
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk ke jalur merah pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (6/1/2021), menyusul aksi ambil untung pemodal setelah penguatan dua hari beruntun.

Indeks acuan bursa nasional tersebut melemah 49 poin atau -0,8% ke 6.088,375. Sebanyak 254 saham melemah, 186 menguat dan 178 lainnya flat. Transaksi bursa meningkat dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 13 miliar lebih, lewat lebih dari 814.000 kali transaksi.

Pada pagi tadi, IHSG dibuka menguat dengan reli sebesar 0,03% ke 6.139,13. Sejak pukul 10:00 WIB, IHSG meluncur ke zona merah. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 52,8 miliar di pasar reguler, yang menunjukkan dominannya aksi jual mereka.


Pemodal menggunakan momentum hari ini untuk melakukan profit taking, menyusul rilis Bank Dunia (World Bank) yang memprediksi ekonomi global akan tumbuh terbatas, dengan asumsi vaksin Covid-19 telah diterima secara luas di banyak negara.

Dalam laporan "Global Economic Prospects (GEP)" yang dirilis pada Selasa (5/1/2021), Bank Dunia menilai ekonomi global bakal tumbuh setelah kontraksi 4,3% pada tahun 2020. Pandemi membuat jutaan orang jatuh miskin dan dapat menekan aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi yang paling aktif ditransaksikan dengan nilai transaksi sebesar Rp 699,3 miliar. Saham BUMN tambang emas tersebut ditutup flat dibandingkan dengan penutupan kemarin pada Rp 2.230 per unit.

Sebaliknya, saham PT Kimia Farma Tbk (KAFE) tertimpa aksi ambil untung dengan koreksi sebesar Rp 205 per saham atau 4% menjadi Rp 4.920 per unit. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbkl (TLKM) juga turun, sebesar 1,7% atau 60 poin ke Rp 3.410 per unit.

Nilai transaksi kedua BUMN tersebut masing-masing sebesar Rp 338,4 miliar dan Rp 205,8 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading