Saat IHSG Terbang, Asing Kebelet Lepas Saham-saham Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
05 January 2021 06:44
Pembukaan Bursa Efek Indonesia (CNBC indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan perdana Senin kemarin (4/1/2021) di zona hijau dengan kenaikan 2,10% di level 6.104,89.

IHSG kembali diperdagangkan di atas level psikologis 6.100 setelah muncul sinyal pemulihan manufaktur nasional dan adanya sinyal perbaikan daya beli masyarakat.

Data perdagangan mencatat, nilai transaksi harian mencapai Rp 14,52 triliun, volume perdagangan 22,29 miliar saham, dengan pembelian bersih (net buy) asing sebesar Rp 381 miliar. Tercatat 299 saham menguat, 188 merah, sisanya 143 stagnan.


Di tengah penguatan IHSG, dan terjadi aksi beli bersih, ternyata masih ada lima saham yang mencatatkan jual bersih alias net sell di pasar reguler kemarin.

5 Top Foreign Sell Senin (4/1/2021)

1. BFI Finance (BFIN), net sell Rp 8,4 M, saham +9.82% di level Rp 615

2. United Tractors (UNTR), net sel Rp 14,9 M, saham +0,19% Rp 26.650

3. Barito Pacific (BRPT), net sell Rp 10,8 M, saham +0,91% Rp 1.110

4. Charoen Pokphand (CPIN), net sell Rp 10,8 M, saham -0,77% Rp 6.475

5. Kalbe Farma (KLBF), net sell Rp 8,2 M, saham -0,34% Rp 1.475

Saham paling ramai dilepas asing yakni BFIN adalah emiten pembiayaan kendaraan roda empat baru dan bekas yang dikendalikan Grup TPG dan Northstar milik Patrick Walujo dan Glenn Sugita. BFI juga akan melakukan penerbitan obligasi kembali di awal tahun 2021 dengan nilai mencapai Rp 6 triliun.

Berdasarkan keterangan perusahaan, saat ini BFI Finance sedang dalam proses melakukan pendaftaran program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V dengan jumlah sampai sebesar Rp 6 triliun tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun deretan saham-saham yang menguasai net buy kemarin di pasar reguler yakni didominasi perusahaan BUMN.

5 Top Foreign Buy Senin (4/1/2021)

1. Bank Central Asia (BBCA), net buy Rp 72 M, saham +0,96% Rp 34.175

2. Telkom Indonesia (TLKM), net buy Rp 71,2 M, saham +5,44% Rp 3.490

3. Bank Negara Indonesia (BBNI), net buy Rp 50,7 M, saham +3,24% Rp 6.375

4. Astra International (ASII), net buy Rp 43,4 M, saham +3,32% Rp 6.225

5. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), net buy Rp 24,7 M, saham +3,36% Rp 4.310

Sentimen positif datang dari Indonesia, di mana angka Purchasing Managers' Index (PMI) sektor manufaktur versi markit untuk periode Desember 2020 cukup memuaskan.

PMI manufaktur RI mengalami ekspansi sebesar 0,7 poin menjadi 51,3 dari sebelumnya di angka 50,6.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Kalau di atas 50, maka artinya dunia usaha berada di fase ekspansi yang hasilnya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan. Artinya, manufaktur RI Kembali menggeliat setelah sebelumnya merana akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Sentimen lainnya, BPS melaporkan inflasi Desember sebesar 0,45% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/MtM). Sementara inflasi tahun kalender yang otomatis menjadi inflasi tahunan (year-on-year/YoY) tercatat 1,68%. Hal ini menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat setelah sebelumnya sempat deflasi selama 3 bulan berturut-turut.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi Desember 2020 akan sebesar 0,405% MtM dan 1,68% YoY. Sementara konsensus yang dihimpun Reuters memperkirakan inflasi bulan lalu sebesar 0,37% MtM dan 1,61% YoY.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading