Thanks Pak Jokowi, Meski IHSG Merah Saham Otomotif Terbang!

Market - Putra, CNBC Indonesia
29 December 2020 11:18
Presiden Joko Widodo

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham otomotif serta anak usaha dan industri turunannya berhasil melesat pada perdagangan hari ini, Selasa (29/12) di tengah koreksi indeks acuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,38% jelang penutupan sesi I.

Melesatnya saham sektor otomotif terjadi setelah Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang kembali menyebut relaksasi pajak untuk mobil baru, utamanya dalam hal Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Bahkan ia mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo sudah menyetujui usulan tersebut.

Simak gerak saham otomotif, anak usaha, serta industri turunannya pada perdagangan hari ini.


Kenaikan saham otomotif hari ini dipimpin oleh saham duo Indomobil yakni di posisi pertama PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) dan di posisi kedua PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) yang masing-masing berhasil melesat 11,35% dan 6,67%.

Selanjutnya 'raja otomotif' PT Astra Internasional Tbk (ASII) dan anak usahanya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga sukses menghijau masing-masing 1,23% dan 1,32%.

Koreksi sendiri hanya dibukukan oleh dua emiten yakni PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dengan koreksi 1,09% dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan koreksi 2,78%.

Sebelumnya, dalam dalam konferensi pers akhir tahun 2020 dan Outlook Industri 2021 Agus menyebutkan bahwa PPnBM sudah diusulkan dan dilaporkan ke Presiden, dan secara prinsip sudah disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski demikian Kementerian keuangan masih dalam proses hitung-menghitung, "Wajar saja bagi mereka karena mereka bendahara negara yang tentu mereka punya penilaian sendiri, posisi sendiri" ujar Agus.

Ia menyadari bahwa apa yang menjadi objek pengelolaan Kementerian Keuangan sangat besar sehingga tidak mudah untuk memprioritaskan salah satu sektor namun berdampak pada sektor lainnya. Sedangkan, untuk memastikan insentif pajak resmi dicairkan, maka harus melewati izin

Insentif ini memang sudah dinanti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Mereka memang berharap adanya insentif dari pemerintah terkait pajak penjualan barang mewah (PPnBM), setelah skema pajak 0% mobil baru ditolak.

Melihat penjualan mobil yang diprediksi masih merangkak tipis hingga akhir tahun. PPnBM selama ini dikenakan variatif, tapi paling rendah berlaku 10% untuk mobil seperti MPV, produsen berharap ada diskon PPnBM hanya 5% saja.

Ketua I GAIKINDO Jonkie D Sugiarto melihat perlu adanya stimulus lanjutan yang bisa langsung terkena pada harga jual mobil, karena daya beli masyarakat yang saat ini menurun.

"Kami usulkan yang melakukan kemenperin untuk sementara memberikan relaksasi tarif pajak PPnBM kita minta potongan 5% untuk mobil tertentu saja. khususnya mobil yang diproduksi dalam negeri kedua mobil Rp 250 juta ke bawah," katanya kepada CNBC Indonesia TV, Selasa (15/12).


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading