Cuma PHP! Dibuka Terbang 1%, IHSG Tiba-tiba Sempat Balik Arah

Market - Putra, CNBC Indonesia
28 December 2020 09:20
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin (28/12/20) dibuka hijau 0,97% ke level 6.067,00. Selang 8 menit IHSG sudah anjlok terkoreksi 0,39% ke level 5.985,32 jatuh di bawah support psikologisnya di angka 6.000.

Namun pada pukul 09.17, IHSG naik 0,40% di posisi 6.033.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jualbersih sebanyak Rp 23,61 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 1,6triliun.


Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 9,1 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 6,8 miliar

Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 5,2 miliar dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 5,1 miliar.

Beberapa sentimen yang dipantau oleh pelaku pasar jelang tutup tahun salah satunya adalahperkembangan pengesahan anggaran negara di AS. Gara-gara tidak sepakat dengan paket stimulus, Trump masih ogah meneken UU anggaran negara yang bernilai total US$ 2,3 triliun (Rp 32.848,6 triliun).

"Saya meminta kongres untuk mengamandemen UU ini dan menaikkan bantuan dari US$ 600 yang sangat rendah itu ke US$ 2.000, atau US$ 4.000 untuk pasangan. Saya juga meminta kongres untuk menghapus belanja-belanja yang tidak berguna dari anggaran negara ini.

"Kirimkan ke meja saya UU yang layak. Kalau tidak, pemerintah berikutnya harus memberikan stimulus dan mungkin saya pemerintahan itu adalah saya. Kami akan selesaikan. Terima kasih," sebut Trump dalam pidato berdurasi 4 menit 9 detik yang diunggah di Twitter.

Tanpa duit yang disalurkan lewat anggaran negara, pemerintahan AS terancam tutup aliasshutdown. Hanya beberapa layanan vital yang masih beroperasi, sisanya berhenti untuk sementara.

Kalau pemerintahan AS sampaishutdown, dampaknya bakal luar biasa. Misalnya dalam hal vaksinasi virus corona, pemerintah di berbagai negara bagian memang sudah mendapatkan dana US$ 340 miliar (Rp 4.855,88 triliun). Namun masih kurang US$ 8 miliar (Rp 114,26 triliun) lagi.Shutdownakan membuat kekurangan itu sulit ditutup.

Kemudian d sektor keuangan, Komisi Pengawas Pasar Modal (Securities and Exchange Commission/SEC) terpaksa harus merumahkan sejumlah pegawai non-esensial. Ini berisiko membuat pengawasan terhadap pasar modal mengendur.

Sementara di bidang pertahanan, Kementerian Pertahanan akan terpaksa merumahkan personel non-esensial yang berlatar belakang sipil. Sedangkan di bidang kesehatan, bukan tidak mungkin CDC juga akan merumahkan sejumlah pegawai yang bisa berdampak terhadap upaya penanggulangan pandemi virus corona.

Ini tentu akan menjadi sentimen negatif di pasar. Ketidakpastian akan bertambah, sesuatu yang sangat tidak diinginkan.

Sentimen ketiga, kali ini kabar positif, adalah tercapainya kesepakatan Inggris dan Uni Eropa. Pada 1 Januari 2021, masa transisi 'perceraian' Inggris dengan Uni Eropa (Brexit) akan berakhir dan harus ada kesepakatan untuk menentukan masa depan perdagangan di antara keduanya.

"Kesepakatan sudah tercapai. Kita kembali memegang kendali atas arus uang, perbatasan, hukum, perdagangan, dan perairan. Kesempatan ini sangat fantastis, mencakup bebas bea masuk dan bebas kuota perdagangan dengan Uni Eropa," ungkap seorang sumber di kantor Perdana Menteri Inggris, seperti dikutip dari Reuters.

Kata sepakat dari London dan Brussels mengakhiri 'drama' Brexit yang terjadi bertahun-tahun. Satu ketidakpastian besar kini bisa dicoret dari daftar, tentu sebuah perkembangan yang melegakan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading