IHSG Bakal Jebol 6.200, Asing Buru-buru Belanja 10 Saham Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
22 December 2020 06:20
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil ditutup di level psikologis 6.200 pada perdagangan Senin kemarin (21/12/2020). Meski demikian, IHSG mampu ditutup menguat 1,07% di posisi 6.169,64, sebentar lagi tembus level 6.200.

Data perdagangan mencatat, nilai transaksi mencapai Rp 20,66 triliun, dengan volume perdagangan 27,92 miliar saham dan frekuensi perdagangan 1,55 juta kali. IHSG sempat mencapai level tertingginya 6.195 kendati akhirnya hanya di tutup di 6.169.

Asing tercatat net sell (jual bersih) Rp 142,28 miliar di pasar reguler, sementara di pasar nego dan tunai ada net buy (beli bersih) asing Rp 229,65 miliar.


Berikut deretan 10 saham dengan aksi beli bersih tertinggi di pasar reguler, Senin kemarin (21/12/2020).

10 Net Foreign Buy (Senin, 21/12)

1. Bank Central Asia (BBCA) net buy Rp 329,6 miliar, harga saham +0,44% Rp 34.150

2. United Tractors (UNTR) net buy Rp 44,5 miliar, saham +6.20% Rp 28.275

3. M Cas Integrasi (MCAS) net buy Rp 38,9 miliar, saham +13,77% Rp 3.800

4. Unilever Indonesia (UNVR) net buy Rp 34,5 miliar, saham +0.33% Rp 7.625

5. Indah Kiat Pulp & Paper (IKNP) net buy Rp 28,6 miliar, saham +0,96% Rp 10.500

6. Barito Pacific (BRPT) net buy Rp 15,5 miliar, saham +1,60% Rp 1.270

7. Jasa Marga (JSMR) net buy Rp 8,2 miliar, saham +0,85% Rp 4.750

8. Ace Hardware (ACES) net buy Rp 8 miliar, saham -1,08% Rp 1.830

9. Matahari Departement Store (LPPF) net buy Rp 7,3 miliar, saham -1,06% Rp 1.405

10. Summarecon Agung (SMRA) net buy Rp 7,3 miliar, saham +0,56% Rp 900

Dari luar negeri, sentimen penguatan IHSG lantaran sudah ada kesepakatan dari Kongres AS soal stimulus senilai US$ 900 miliar yang memasukkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$ 600 per orang.

Adapun dari dalam negeri, kalangan pelaku pasar sebetulnya merespons positif wacana perombakan menteri Kabinet Indonesia Maju yang rencananya akan dieksekusi pada Rabu pekan ini.

Seperti diketahui, rencana perombakan kabinet sudah santer terdengar akhir-akhir ini, ditambah momentum dua menteri Jokowi yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan Menteri Sosial, Juliari Batubara. Komunikasi politik Presiden dengan para petinggi partai pun sudah intensif dilakukan.

Edwin Sebayang, Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (APEI), berpendapat, pelaku pasar sebetulnya sudah mengetahui adanya sinyal perombakan kabinet ini, seiring dengan mencuatnya nama-nama yang tersiar ke publik.

Namun, kata Edwin, nama-nama ini masih spekulatif dan Presiden Jokowi yang punya hak prerogatif guna menentukan pembantunya yang laik untuk diganti.

"Wacana mengenai reshuffle saya dengar masih bersifat spekulatif dan hanya ingin 'mengecek ombak', pelaku pasar sudah terlalu berlebihan menanggapi kenaikan saham tertentu dengan nama tertentu. Padahal sifatnya masih cair dan spekulatif," katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (21/12/2020).

Tim Riset CNBC Indonesia menilai, secara teknikal, pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Pada perdagangan Senin, IHSG berada di area batas atas maka pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi terapresiasi.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 6.203.

Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 6.155.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading