Social Distancing Ketat, Dolar AS Selamat dari Tekanan Rupiah

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 December 2020 12:17
Ilustrasi Rupiah dan Dollar di teller Bank Mandiri, Jakarta, Senin (07/5). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Rupiah melemah 0,32 % dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Harga jual dolar AS di  bank Mandiri Rp. 14.043. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CBNC Indonesia - Nilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan Senin (21/12/2020). Pembatasan sosial yang kembali marak diterapkan di berbagai negara membuat dolar AS kembali perkasa setelah merosot sepanjang pekan lalu.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.080/US$, setelahnya langsung terdepresiasi hingga 0,46% ke Rp 14.145/US$. Rupiah berhasil memangkas pelemahan dan berada di level Rp 14.100/US$ hingga pukul 12:00 WIB. '

Di saat yang sama, rupiah sebenarnya menguat melawan dolar Australia dan Singapura masing-masing 0,33% dan 0,66%. Artinya rupiah cukup kuat pada hari ini.  


Dolar AS kembali menguat berkat statusnya sebagai mata uang safe haven. Pada bulan Maret lalu, saat virus corona ditetapkan sebagai pandemi, berbagai aset investasi mulai dari saham hingga emas mengalami aksi jual masif. Pelaku pasar mengalihkan investasinya ke dolar AS, sehingga muncul istilah "cash is the king". Tetapi bukan sembarang uang tunai, hanya dolar AS, sebab kala itu mata uang lainnya termasuk rupiah rontok hingga ke level Rp 16.620/US$, terlemah sejak krisis moneter 1998.

Pergerakan tersebut menunjukkan keuntungan yang didapat dolar AS dari pandemi virus corona. Hal tersebut terjadi lagi pada hari ini, sebab banyak negara mulai kembali mengetatkan pembatasan sosial.

Inggris misalnya, Perdana Menteri Boris Johnson memperkenalkan zona Tier 4 yang sebelumnya paling mentok Tier 3. Tier 4 menandakan wilayah yang paling parah mengalami 'serangan' virus corona.

Ibu kota Inggris, London, termasuk dalam kategori tersebut.

"Dengan sangat berat hati, saya harus katakan bahwa kita tidak bisa merayakan Hari Natal seperti yang direncanakan sebelumnya. Terus terang, saya tidak punya alternatif lain," ungkap Johnson dalam konferensi pers, sebagaimana diwartakan Reuters.

Kemudian Australia, Reuters melaporkan sejauh ini di Sydney sudah ada 83 kasus baru pada pekan lalu, yang membuat beberapa negara bagian melarang kedatangan warga dari kota terbesar di Australia. Beberpa maskapai bahkan sudah membatalkan penerbangan keluar Sydney mulai hari ini.

Kembali diketatkannya pembatasan sosial tentunya membuat prospek pemulihan ekonomi kembali terhambat.

Di sisi lain, dolar AS juga sedang dalam tekanan, sehingga rupiah masih punya peluang untuk kembali menguat. 

yang memasukkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$ 600 per orang.

Paket tersebut juga memasukkan bantuan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) senilai US$ 300 miliar dan tambahan dana klaim tunjangan pengangguran senilai US$ 300 per pekan, yang saat ini dinikmati 12 juta orang pengangguran.

Proposal stimulus tersebut akan di-voting paling cepat pada Minggu malam waktu AS, artinya Senin pagi waktu Indonesia.

Kongres AS telah mengatasi perbedaan politik mengenai kesepakatan stimulus senilai US$ 900 miliar. yang memasukkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$ 600 per orang.

Paket tersebut juga memasukkan bantuan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) senilai US$ 300 miliar dan tambahan dana klaim tunjangan pengangguran senilai US$ 300 per pekan, yang saat ini dinikmati 12 juta orang pengangguran.

Proposal stimulus kini tinggal di-voting, sebelum disahkan oleh Presiden AS, Donald Trump, dan resmi cair.

Gelontoran stimulus fiskal akan menambah jumlah uang yang beredar di perekonomian, secara teori dolar AS akan melemah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading