Pertama di Dunia, Wall Street Perdagangkan Komoditas Air

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 December 2020 13:39
The Table Rock Welcome Centre overlooks a snow and ice covered American Falls, viewed from Niagara Falls, Ontario, Canada, Thursday, Jan. 31, 2019.  (Tara Walton/The Canadian Press via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak hanya emas dan minyak dunia, kini air menjadi komoditas yang juga diperdagangkan di bursa Wall Street, Bursa Amerika Serikat.

Masuknya air sebagai komoditas di bursa berjangka (futures) Wall Street menyoroti mengenai adanya kekhawatiran akan kelangkaan air bersih di berbagai tempat di dunia, salah satunya karena perubahan iklim.

Bloomberg menuliskan, saat ini para petani, pengelola investasi global, maupun pemerintah kota kini dapat melakukan lindung nilai (hedging) terhadap ketersediaan air di masa depan di California, pasar pertanian AS terbesar dan ekonomi terbesar kelima di dunia.


Kontrak air di CME Group Inc yang terkait dengan pasar spot air California senilai US $ 1,1 miliar. Kontrak ini menjadi yang pertama karena sebelumnya belum pernah ada di Amerika Serikat yang diumumkan pada September karena panas dan kebakaran hutan melanda Pantai Barat AS. dan ketika California mengalami kemarau panjang selama delapan tahun.

"Kontrak ini bertujuan sebagai instrumen lindung nilai bagi konsumen air besar, seperti petani almond dan perusahaan listrik terhadap fluktuasi harga air serta alat ukur kelangkaan bagi investor di seluruh dunia," tulis laporan Bloomberg News, dikutip Rabu (9/12/2020).

Direktur pelaksana dan analis RBC Capital Markets, Deane Dray mengatakan, ke depan, isu-isu mengenai perubahan iklim, kekeringan, pertumbuhan populasi, dan polusi kemungkinan akan membuat masalah kelangkaan air akan menjadi topik yang akan diperbincangkan.

"Kami akan melihat bagaimana kontrak berjangka air baru ini berkembang," kata dia.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim yang didorong oleh manusia menyebabkan kekeringan parah dan lebih banyak banjir membuat ketersediaan air semakin sulit diprediksi.

Di California misalnya, saat musim kemarau akut sejak Desember 2011 hingga Maret tahun lalu. Dampaknya, paling mengerikan terjadi pada Juli 2014, sebanyak 58 persen tanah negara bagian AS tersebut mengalami kekeringan yang luar biasa dan menyebabkan hilangnya panen dan padang rumput serta keadaan darurat air lainnya.




[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading