Analisis Teknikal

Ngeri! Corona Meledak & Rekor 8.369, Bursa RI Bisa Ambles

Market - Putra, CNBC Indonesia
03 December 2020 17:12
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis (3/12/20) ditutup hijau tipis terapresiasi 0,15% ke level 5.822,94. Namun data covid-19 terbaru yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) yang menunjukkan rekor baru penambahan jumlah kasus per hari. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kasus baru Covid-19 tersebut membuat total konfirmasi positif di Indonesia menembus 557.877 orang.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 462.553 merupakan pasien sembuh, yang bertambah 3.673 orang dibandingkan dengan kemarin. Sementara itu, jumlah kasus kematian mencapai 17.355 orang, bertambah 156 orang dibandingkan dengan kemarin.


Hingga hari ini kasus aktif Covid-19 mencapai 77.979 orang. Jumlah ini merupakan rekor kasus aktif tertinggi sejak penyakit mematikan ini mewabah.

Penyakit mematikan ini telah menyebar ke 507 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia. Sebanyak69.027orang masih dipantau oleh pemerintah karena berstatus suspek Covid-19.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG menghijau setelah investor merespons kabar positif mengenai vaksin corona Pfizer yang mendapatkan ijin penggunaan darurat di Uni-Erioa meskipun penguatan terpangkas karena para pelaku pasar melakukan aksi profit taking setelah IHSG melesat tinggi sebulan terakhir.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 121 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 19,6 triliun. Terpantau 232 saham naik, 227 saham turun, sisanya 168 stagnan.

Akan tetapi pada sore ini muncul kabar yang buruk di tanah air yakni pertambahan kasus baru virus corona (Covid-19) di Indonesia yang kembali meledak hingga menembus 8.369 pasien baru pada Kamis (3/12/2020).

Analisis Teknikal

Teknikal IHSGFoto: Tri Putra/CNBC Indonesia
Teknikal IHSG

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area batas atas dengan BB yang kembali melebar dan menunjukkan gerak IHSG akan kembali volatil maka pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi terkoreksi.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 5.894 dan menjadi batas BB bagian atas. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 5.751 yang menjadi batas BB bagian tengah, apabila level ini ditembus IHSG berpotensi kembali turun hingga 5.703.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 63 yang belum menunjukkan adanya indikator jenuh beli meskipun demikian RSI terkonsolidasi turun setelah sebelumnya mendekati level jenuh beli. Hal ini biasanya menandakan pergerakan IHSG selanjutnya akan cenderung terdepresiasi.

Selain itu muncul candlestick doji yang menunjukkan pasar 'galau' dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya, apabila candlestick doji ditemukan dalam kondisi kenaikan alias uptrend, potensi untuk berbalik arah alias reversal cukup tinggi.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area batas atas, maka pergerakan selanjutnya cenderung bearish atau terkoreksi. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator RSI yang sudah terkonsolidasi turun dan munculnya indikator candlestick doji.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading