Pulihkan Ekonomi, BNI Sudah Salurkan Kredit Korporasi Rp3,7 T

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
03 December 2020 16:15
Menilik Upaya BNI Dukung Program PEN  di Bisnis Korporasi (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hingga 30 November 2020 telah menyalurkan kredit pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk korporasi sebesar Rp 3,7 triliun atau 15% dari total kredit yang disalurkan.

"Mayoritas ke segmen menengah kecil," ujar Direktur Corporate Banking Bank BNI, Silvano Rumantir kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Adapun untuk tahun ini, beberapa sektor korporasi masih relatif baik meski dihantam pandemi. Di antaranya adalah komoditas pertambangan, sektor makanan dan minuman.


"Barang-barang yang affordable di market dan dikonsumsi khalayak. Food and beverage dan konsumer, pertambangan, komoditas yang kami lihat demand nya cukup sehat," katanya.

Terkait dengan langkah yang diambil regulator dalam hal ini Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai tepat dan cepat. Mulai dari langkah Quantitative Easing, penurunan seven days repo rate, restrukturisasi kredit, hingga penempatan dana pemerintah melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).

"Sangat membantu untuk bertahan saat pandemi. Membantu perbankan menjaga kualitas aset kredit," katanya.

"Kami melihat kolaborasi kebijakan pemerintah dan OJK, BI, efektif menghalau resesi. Angka realisasi PDB Q III-2020 ada perbaikan. Ini suatu sumber optimisme, mencermati kondisi ini, semoga vaksin tak lama lagi, kredit akan kembali meningkat seiring dengan harapan positif di 2021," tegasnya.

Meski begitu, perbankan termasuk Bank BNI masih menghadapi tantangan, di tengah kondisi perekonomian yang menuju arah perbaikannya. Selain yang disebut sebelumnya, dia juga mencatat beberapa sektor terpantau masih tumbuh positif antara lain pertanian, informasi komunikasi, jasa kesehatan, kegiatan sosial dan jasa pendidikan.

"Di tengah pandemi kami optimis sampai akhir tahun minimal sama dengan level tahun lalu 20% atau Rp 48 triliun untuk kredit korporasi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Pandemi, BNI Jaga Pertumbuhan Kredit di Kisaran 4%


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading