Ada Pandemi, BNI Jaga Pertumbuhan Kredit di Kisaran 4%

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
03 December 2020 15:16
Uji Strategi & Kinerja Bisnis Korporasi BNI di Tahun Pandemi (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kredit hingga akhir tahun berada di kisaran 2-4% year on year (yoy).

Direktur Corporate Banking Bank BNI, Silvano Rumantir mengakui bahwa selama pandemi, hampir seluruh sektor ekonomi terdampak baik secara langsung atau tidak, termasuk apa yang dialami oleh BNI.

"Sebagian debitur segmen korporasi kecil, menengah juga terdampak. Kami memutuskan kekuatan risk management. Kami komit menjaga pertumbuhan kredit, berkualitas, dengan aspirasi pertumbuhan sampai akhir tahun kisaran 2-4% yoy," katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (3/12/2020).


Adapun untuk kredit korporasi, dia mencatat angkanya sekitar 53% dari total kredit Bank BNI. Melihat peluang masih akan besar, Bank BNI akan menyasar korporasi besar (Top tier).

Selanjutnya, terkait dengan kebijakan regulator dalam hal ini Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BNI mengaku hal ini sangat membantu. Misalnya perpanjangan insentif restrukturisasi kredit yang dilakukan.

"Menjadi stimulus menjaga kualitas aset dan kestabilan rasio keuangan. Stimulus ini membantu perekonomian. Debitur mendapatkan tambahan waktu untuk pulih," katanya.

Berdasarkan survei yang dilakukan secara internal, sebagian besar debitur mengaku butuh waktu untuk bisa memperbaiki kondisi bisnis akibat pandemi. Alhasil, apa yang dilakukan regulator untuk membantu perbankan dan pelaku bisnis di dalamnya memang dampaknya bisa dirasakan.

"Sejalan dengan restrukturisasi dan sebagaimana strategi di tengah pandemi kami ambil langkah pre emptif pencadangan aset. Sehingga rasio aset di BNI hingga kuartal III-2020 berada di atas 200%," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading