Sederet Inovasi Model Bisnis BUMN A La Erick, Apa Saja?

Market - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
02 December 2020 18:55
Infografis: Rencana Pembentukan 8 Holding BUMN Batal?

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo membeberkan sederet inovasi business model perusahaan pelat merah yang sedang dilakukan. Inovasi itu merentang dari sektor kesehatan hingga energi.

Demikian dipaparkan Tiko, sapaan akrab Kartika, dalam webinar BUMN media talk dengan topik "Dukungan Perbankan untuk Ekonomi di Masa Pandemi" yang dilaksanakan pada Rabu (2/12/2020).

"Kita sudah menyelesaikan sebagai contoh beberapa bulan yang lalu holding rumah sakit di bawah IHC yang sekarang menjadi pemain utama dalam menangani Covid-19 dengan menyediakan pelayanan-pelayanan yang khusus untuk penderita Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Kemudian, lanjut Tiko, adalah integrasi tiga bank syariah milik Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), yaitu PT Bank BRISyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT BNI Syariah. Merger itu diharapkan tuntas pada Februari 2021.

"Jadi tiga bank syariah milik Himbara yang akan bergabung nanti ke Bank Syariah Indonesia," kata Tiko.

Kemudian, menurut dia, holding perhotelan sedang dilakukan dengan Wika Realty sebagai 'cangkang'.

Dari sisi keuangan, Tiko mengungkapkan langkah LinkAja yang baru-baru ini memperoleh pendanaan dari Grab.

"Grab itu sudah masuk di LinkAja sebagai salah satu investor. Kita harapkan pemain lokal juga nanti ada yang masuk ke situ," ujarnya.




Kemudian untuk asuransi, Tiko menitikberatkan pada penyelesaian masalah pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kementerian BUMN sudah membentuk holding asuransi bernama Indonesia Financial Group (IFG).

"Jadi IFG adalah holding dari asuransi Indonesia yang tadinya Bahana, di bawahnya ada Jasindo, Askrindo, Jamkrindo, Jasa Raharja, dan nantinya akan ada IFG Life yang akan menjadi perusahaan yang akan mengambil alih restrukturisasi dari polis-polis Jiwasraya," kata Tiko.

"Kemudian yang sedang dalam proses holding pariwisata dan pendukung. Nanti ini holding yang akan menangani sektor aviasi dan tourism. Ini kita menggunakan 'cangkang' Survei Penas, ini perusahaan kecil kita gunakan sebagai 'cangkang', di bawahnya nanti ada Garuda, Angkasa Pura, ITDC, HIN, Sarinah," lanjutnya.

Lebih lanjut, Tiko mengungkapkan di tahun depan, Kementerian BUMN juga akan mulai menjalankan proses integrasi dari pelabuhan-pelabuhan di tanah air. Tak ketinggalan ada proses holding dan subholding di PT Pertamina (Persero).

"Jadi terlepas dari berbagai tantangan Covid-19 dan restrukturisasi yang harus kita jalankan di perbankan dan juga penanganan restrukturisasi dari beberapa perusahaan besar seperti Jiwasraya, Garuda, Waskita, dan sebagainya, tapi kami di BUMN tetap menjalankan transformasi," ujar Tiko.

"Dan Insya Allah, satu dua tahun ini, transformasi BUMN dalam klaster-klaster, 12 klaster itu sebagaimana disampaikan Pak Erick bisa terjadi dan diharapkan menciptakan value," lanjut eks Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk itu.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading