Ada Covid-19, ADHI Kebanjiran Proyek Baru & Saham Melesat

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 December 2020 10:57
gedung adhi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sepanjang tahun ini telah mengantongi nilai kontrak baru mencapai Rp 17,3 triliun. Nilai ini mencapai 62,90% dari target total kontrak baru perusahaan sepanjang 2020 yang senilai Rp 27,5 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), kontrak ini paling banyak didapat perusahaan pada November 2020. Pasalnya, hingga akhir Oktober saja, nilai kontrak baru ini hanya mencapai Rp 7,5 triliun.

Realisasi kontrak baru di November terdiri dari Jalan Tol Jogja-Solo-NYIA senilai Rp 7,83 triliun, Jalan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp 937,8 miliar, Pengamanan Pantai di Jakarta sebesar Rp 221,3 miliar dan IPAL Palembang di Sumatera Selatan senilai Rp 208,4 miliar.


Lalu ada kontrak dari Pos Lintas Batas di Labang NTT sebesar Rp 191,6 miliar, Kolam Retensi di Bandung, Jawa Barat senilai Rp 128,7 miliar dan proyek lainnya yang terdiri dari proyek Rumah Sakit, Gedung Pemerintahan, Properti, dan lain-lain yang secara kolektif mencapai Rp 345,1 miliar.

"Selain itu, ADHI telah memenangkan tender beberapa paket di bulan November 2020 dan telah dinyatakan sebagai penawar terendah. Diperkirakan akan tanda tangan kontrak di pertengahan Desember 2020," tulis keterbukaan tersebut, Kamis (3/12/2020).

Nilai order book perusahaan hingga bulan lalu mencapai Rp 47,8 triliun.

Berdasarkan lini bisnis untuk kontrak November saja, bisnis Konstruksi & Energi sebesar 95%, Properti sebesar 4% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 16%, MRT sebesar 8%, jalan dan jembatan sebesar 62%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek EPC sebesar 14%.

Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari Pemerintah sebesar 44%, BUMN sebesar 8%, Swasta sebesar 3%, dan Investasi sebesar 45%.

Nilai kontrak baru sampai 11 bulan di tahun ini bahkan lebih besar ketimbang dengan nilai realisasi kontrak baru sepanjang 2019 yang hanya mencapai Rp 14,7 triliun.

Kinerja perusahaan tahun ini sudah mulai diapresiasi positif oleh investor. Sepanjang tahun ini saham ADHI tercatat sudah menguat 10,21% secara year to date. Sedangkan selama enam bulan terakhir kenaikannya sudah mencapai 161,09%.

Sedangkan hingga pukul 10.30 WIB hari ini, saham ADHI tercatat menguat 7,92% ke harga Rp 1.295/saham.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading