Bos BRI 'Ogah' Ugal-ugalan Demi Cetak Laba

Market - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
02 December 2020 20:50
Direktur Utama BRI Sunarso

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 turut berdampak kepada sektor perbankan tanah air. Dampak itu turut dirasakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BBRI.

Seperti diketahui, perusahaan mencatatkan laba bersih konsolidasi pada 9 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 14,12 triliun, atau turun 43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 24,78 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2020 yang baru dipublikasikan Rabu ini (11/11/2020), laba bersih secara individual Bank BRI pada periode 9 bulan hingga September 2020 itu mencapai Rp 14,05 triliun, juga turun 43,27% dari periode yang sama tahun lalu Rp 24,77 triliun.

Di tengah kinerja saham yang belakangan mulai menunjukkan tren positif, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso menceritakan langkah-langkah yang diambil perseroan.

"Sebenarnya kami ini sedang sangat hati-hati sekali me-manage balance sheet dan juga NPL. Jadi laba saja turun, terus kemudian kami harus mencadangkan cukup besar gitu dan itu mencerminkan kehati-hatian," ujarnya dalam webinar BUMN media talk dengan topik "Dukungan Perbankan untuk Ekonomi di Masa Pandemi" yang dilaksanakan pada Rabu (2/12/2020).



"Dan kemudian kami tidak ugal-ugalan gitu untuk membukukan laba secara agresif tetapi kami berpikir bahwa situasi masih belum aman sehingga kami harus menyediakan bantalan yang cukup," lanjut Sunarso.

Ia lantas bersyukur investor menghargai kehati-hatian investor. Hal itu ditandai dengan tren peningkatan saham BBRI. Pada hari ini, saham BRI meningkat 1,42% ke level Rp 4.300.

"Berarti saya bisa simpulkan bahwa ternyata investor-investor ini adalah lebih bankir dari pada bankir itu sendiri gitu. Itu yang paling penting sebenarnya gitu. Itu menurut saya poin positif gitu bahwa ternyata mereka juga sangat hati-hati," kata Sunarso.

"Sustainability itu yang dihargai lebih tinggi dari pada sekadar membukukan laba tapi secara apa namanya risk management-nya kurang baik, cara bukunya kurang baik gitu, itu poin pertama yang saya tangkap dari Pak Tiko tadi karena Pak Tiko juga menyampaikan bahwa saham-saham sudah mulai direspons baik oleh investor," lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading