Agung Podomoro Percepat Lunasi Utang Rp 1,82 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 December 2020 12:32
senayan city

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengumumkan percepatan pelunasan utang perseroan dari Credit Opportunities II Pte Ltd sebesar SGD172,8 juta atau setara Rp 1,82 triliun dengan asumsi kurs Rp 10.578 per SGD.

Seperti diketahui, perseroan mendapat fasilitas pinjaman dari Credit Opportunities pada perjanjian fasilitas berjangka berjaminan senior pda 24 September 2019. Pelunasan utang ini dilaksanakan pada 30 November 2020.

Direktur APLN, Cesar M. Dela Cruz dalam pengumumannya menyampaikan, perseroan melunasi utang tersebut melalui pinjaman baru yang diperoleh dari Guthrie Ventures Pte Ltd melalui perjanjian fasilitas berjangka berjaminan senior pada 20 November 2020 dengan jumlah pokok sebesar SGD172,8 juta.


Dalam perjanjian tersebut, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai agen dan agen jaminan.

"Kedua kreditur telah setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman berjangka dalam dolar Singapura kepada perseroan dengan jumlah pokok sebesar SDG172,8 juta," kata Cesar, Selasa (1/12/2020).

Pinjaman tersebut dijamin dengan sejumlah kolateral antara lain, gadai atas rekening milik perseroan. Jaminan berikutnya adalah hak tanggungan peringkat pertama atas sertifikat atas stauan rumah susun pusat perbelajaan Central Park.

CNBC Indonesia mencatat, sebelumnya Fitch Ratings telah menaikkan peringkat APLN menjadi 'CCC' dari sebelumnya 'C".

Pada saat yang bersamaan, Fitch juga menaikkan peringkat Obligasi Senior US$ 300 juta yang diterbitkan oleh APL Realty Holdings Ptd Ltd menjadi 'CCC' dari sebelumnya 'C' dengan peringkat pemulihan RR4.

Obligasi Senior ini diterbitkan anak usaha APLN pada 2 Juni 2017. APL Realty adalah anak usaha yang seluruh sahamnya dipegang oleh APLN. Obligasi Senior, yang dijamin dengan jaminan perusahaan dari APLN dan beberapa entitas anak APLN, dicatatkan dan diperdagangkan di Singapore Exchange Securities Trading.

Sekretaris Perusahaan APLN Justini Omas mengatakan kenaikan peringkat oleh Fitch tersebut utamanya dipicu oleh telah diselesaikannya restrukturisasi pinjaman di PT Bali Perkasa Sukses, entitas anak perseroan dengan kepemilikan 63%.

"Anak usaha ini memiliki Hotel Indigo Bali Seminyak," katanya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/11/2020).

Selain itu, sentimen positif lain yakni kecukupan dana pada kas dan setara kas perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran kewajiban yang akan datang.

Mengacu data laporan keuangan APLN per September 2020, aset lancar APLN, dalam hal ini kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp 1,05 triliun, bertambah dari Desember 2019 yakni Rp 849,72 miliar.

Total kewajiban perusahaan mencapai Rp 19,54 triliun per September, naik dari Desember 2019 yakni Rp 16,62 triliun, sementara ekuitas turun menjadi Rp 11,03 triliun dari tahun lalu Rp 12,84 triliun.

Dari sisi kinerja penjualan juga turun menjadi Rp 2,89 triliun dari periode September 2019 yakni sebesar Rp 2,92 triliun. Adapun emiten pengelola Senayan City ini mencatat rugi bersih Rp 430,25 miliar per September 2020, dari laba bersih September 2019 sebesar Rp 81,05 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading