Terimakasih Pak Perry, Saham Properti Terbang & APLN Kena ARA

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
19 November 2020 16:32
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga saham-saham yang bergerak di sektor properti berhasil melesat pada perdagangan hari ini setelah keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan.

Sektor properti memang secara historis diuntungkan akan hal ini sebab dengan penurunan suku bunga acuan hal ini tentunya akan menekan suku bunga KPR yang nantinya akan meningkatkan penjualan properti.


Terpantau dari 7 emiten properti, 6 diantaranya berhasil menghijau dan hanya 1 yang terkoreksi, itu pun turun tipis saja.

Kenaikan hari ini dipimpin oleh PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang berhasil terbang menyentuh level auto reject atasnya (ARA) yaki 35% di level harga Rp 162/unit.

Apresiasi tinggi lainya juga dibukukan oleh PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang berhasil terbang masing-masing 29,90% dan 19,40%.

Koreksi hanya dibukukan oleh PT Ciputra Devlopment Tbk (CTRA) yang turun tipis 0,55% ke level Rp 910/unit.

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan. Ini di luar ekspektasi pelaku pasar.

Pada Kamis (19/11/2020), Rapat Dewan Gubernur BI edisi November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar25 basis poin (bps) menjadi 3,75%. Sementara suku bunga Deposit Facility turun menjadi 3% dan suku bunga Lending Facility sekarang di 4,5%.

"Keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah,stabilitas eksternal yang terjaga dan langkah pemulihan ekonom nasional," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG.

Hal ini tidak diperkirakan oleh pelaku pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dan Reuters menghasilkan proyeksi BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap di 4%.

Artinya, suku bunga acuan berubah untuk kali pertama sejak Juli atau empat bulan. BI 7 Day Reverse Repo Rate kini berada di di posisi terendah sejak diperkenalkan pada Agustus 2016 menggantikan BI Rate.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading