Anies Positif Covid-19, Saham-saham Ini Dilepas Asing

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
01 December 2020 12:01
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)kembali merangsek ke zona hijau setelah tiba-tiba anjlok ke zona merah akibat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diberitakan terjangkit virus corona. IHSG terpantau berada di zona apresiasi terbang sebesar 0,87% ke level 5.661,46 pada perdagangan hari ini Selasa (1/12/20).

IHSG berhasil menghijau kuat setelah rilis data PMI Manufaktur dimana IHS Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan oleh Purchasing Managers' Index (PMI) berada di 50,6 pada November 2020. Naik hampir tiga poin dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebesar 47,8bahkan jauh di atas konsensus yang meramalkan PMI Indonesia hanya di kisaran 47,2.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik awal. Kalau di atas 50, artinya dunia usaha memasuki fase ekspansi, jika di bawah 50 maka masih terkontraksi.


Selain itu data inflasi bulan November yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) juga membawa kabar baik dimana pada bulan November terjadi inflasi sebesar 0,28%setelah pada kuartal kemarin alias tiga bulan berturut-turut selama Juli hingga September Indonesia membukukan deflasi yang menunjukkan masalah daya beli masyarakat yang kendor.

Pada bulan November sendiri konsensus masih meramalkan akan terjadi inflasi sebesar 0,21% yang artinya rilis BPS lebih baik dari pada konsensus dan menjadikan ini sentimen positif bagi para pelaku pasar sebab angka ini mengindikasikan daya beli masyarakat sudah mulai kembali pulih dan menjadi inflasi tertinggi sejak Februari silam sebelum Covid-19 merebak di Tanah Air di angka 0,28%.

Meskipun demikian dana asing yang keluar semakin deras senilai Rp 294 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,5 triliun setelah sebelumnya diberitakan bahwaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedanpositif terjangkit Covid-19. Hal itu disampaikan Anies melalui keterangan tertulis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (1/12/2020).

Berikut saham-saham yang dijual bersih asing.

Terpantau emiten Pelat Merah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) lagi-lagi menjadi sasaran jual investor asing dengan jual bersih sebesar Rp 132 miliar meskipun demikian, TLKM berhasil ditutup stagnan di level Rp 3.230/unit pada perdagangan hari ini.

Selanjutnya muncul nama emiten berkapitalisasi pasar besar alias Big Cap lain yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang dilego sebanyak Rp 20 miliar serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang dijual bersih Rp 19,7 miliar.

Terbaru dikabarkan,Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan dirinya positif Covid-19 setelah proses tes PCR. Anies salah satu kepala daerah yang mengumumkan langsung positif Covid-19.

Ia kembali mengimbau kepada warga Jakarta bahwa virus Covid-19 bisa menghampiri siapa saja tanpa kenal status, dan Covid-19 memang masih ada.

"Kepada seluruh warga doakan kami agar pulih, agar kembali bekerja penuh di Balaikota. Saya ingatkan covid masih ada. Bisa menghampiri siapa saja. Mari disiplin menggunakan masker, cuci tangan rutin, jaga jarak, ikhtiar harus dilakukan untuk sama-sama menjaga dari risiko penularan. Semoga Allah merahmati kota Jakarta dan melindungi kita semua," kata Anies dalam channel YouTube, Selasa (1/12).

Ia menjelaskan kronologi jelang ia dinyatakan positif, selain rutin melakukan tes PCR, Anies kali ini melakukan tes PCR pasca Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

"Minggu, saya swab anti gen. Hasilnya negatif. Senin tanggal 30/11 menjalani swab PCR sebagai konfirmasi antigen sebelumnya. Ternyata malamnya saya mendapatkan hasilnya positif. Saya memilih mengumumkan kesempatan pertama, pagi ini. Sejak Maret yang lalu kita selalu sampaikan apa adanya tidak ditambah dikurangi. Menyangkut kebijakan transparan begitu juga menyangkut situasi yang saya hadapi," katanya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading