Covid-19 Meledak, Jadi Pembenar Dulang Cuan dari Saham Bank

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
30 November 2020 12:42
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Saham-saham sektor perbankan raksasa yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa terkoreksi pada perdagangan hari ini setelah investor melancarkan aksi ambil untung alias profit taking serta ketakutan para pelaku pasar setelah kasus corona di dalam negeri kembali meningkat.

Tercatat pada perdagangan hari ini indeks perbankan Infobank15 merosot sebesar 0,73% lebih parah dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya turun 0,60%.

Aksi profit taking para investor wajar terjadi setelah sebelumnya saham-saham di sektor perbankan rata-rata terbang selama hampir 4 pekan berturut-turut seiring dengan IHSG yang melesat pada periode yang sama.


Selain itu sentimen negatif dari dalam negeri juga datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya, lantaran penanganan Covid-19 di Indonesia bukan semakin membaik, malah kian memburuk.

Simak gerak saham perbankan raksasa alias Bank BUKU IV (bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun) hari ini.

Terpantau 8 emiten perbankan BUKU IV pada perdagangan hari ini seluruhnya terkoreksi di zona merah dan hanya satu yang berhasil menghijau.

Penurunan sendiri dipimpin oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) yang anjlok 1,98% ke level Rp 990/unit.

Sedangkan apresiasi hanya dibukukan oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang melesat 4,39%.

Saham bank Pelat Merah beraset terbesar di Indonesia PT Bank Rakyat Indoensia Tbk (BBRI) juga membukukan koreksi yang lumayan yakni 0,94%

Untuk bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga terpaksa terdepresiasi meski tipis saja 0,23% ke level Rp 31.850/unit

Terbaru, Jokowi mengungkapkan kekecewaanya saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Ini semuanya memburuk semuanya," tegas Jokowi, Senin (30/11/2020).

Berdasarkan data yang diterima Kepala Negara per 29 November 2020, rata-rata kasus aktif meningkat menjadi 13,41%. Meskipun masih lebih baik dari angka dunia, namun ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus aktif minggu lalu yang berada di 12,78%.

"Tingkat kesembuhan juga sama. Minggu lalu 84,03%, sekarang 83,44%," katanya.



Sebagai informasi, kasus Covid-19 berkali-kali mencetak rekor selama November 2020. Hal ini sudah sepantasnya menjadi alarm tanda bahaya agar semua stakeholder, baik dari pemerintah sampai masyarakat untuk makin gencar menerapkan protokol kesehatan.

Tercatat sebanyak 4 kali Indonesia mencetak rekor pertambahan kasus harian. Yang tertinggi terjadi pada Minggu (29/11/2020) dengan 6.267 pasien Covid-19 dalam sehari.

Selain itu, juga ada rekor kasus kematian dengan 169 pasien meninggal dalam sehari pada 27 November 2020. Kemarin, kasus kematian juga menyamai rekor tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Investor Lokal Jadi Tuan Rumah di Bursa Saham BEI


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading