Libur Bursa Akhir Tahun Bisa Batal, Jokowi Minta Dievaluasi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 November 2020 06:49
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) tampaknya bakal merevisi kalender libur perdagangan. Pasalnya Presiden Joko Widodo yang meminta jajarannya meninjau ulang cuti bersama akhir tahun 2020.

Merespons arahan Jokowi ke para menterinya tersebut,  Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo mengatakan akan menanti keputusan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada kemungkinan jadwal libur bursa mengalami perubahan dari yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Nanti tergantung keputusan pemerintah dan OJK," ujar Laksono, saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (23/11/2020).


Seperti diketahui, hari bursa sepanjang tahun ini ada 240 hari. Pada Desember ada 17 hari kerja. Adapun jadwal libur cuti bersama Hari Raya Natal dan Hari Raya Natal ditetapkan pada 24-25 Desember. Pemerintah juga mengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah menjadi 28-31 Desember 2020.

Libur tersebut mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Agaman, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 391 Tahun 2020.

"Libur bursa akan ditetapkan kemudian apabila kegiatan kliring ditiadakan oleh Bank Indonesia atau karena adanya pengumuman pemerintah mengenai peniadaan kegiatan kerja pada suatu hari tertentu," tulis pengumuman BEI.

Sebelumnya, arahan evaluasi libur akhir tahun ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam keterangan pers selepas rapat terbatas dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/11/2020).

"Kemudian yang berkaitan dengan masalah libur, cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," ujarnya.

Menurut Muhadjir, Jokowi juga memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko PMK dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait, terutama berkaitan masalah libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idul Fitri.

Seperti diketahui, pemerintah telah menggeser cuti bersama Lebaran 2020 yang seharusnya diberikan pada Mei lalu ke akhir tahun ini lantaran pandemi Covid-19. Hal itu terangkum dalam Keputusan Presiden tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara Tahun 2020 yang diteken Jokowi, Selasa (18/8/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading