Erick Rombak Pengurus Garuda Siang Ini, Saham GIAA Mulai Liar

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 November 2020 10:04
Garuda Indonesia Luncurkan Livery Pesawat

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bakal melakukan perubahan pengurus perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat siang ini, (20/11/2020).

Rencana perombakan oleh pemegang saham, Menteri BUMN Erick Thohir ini, menjadi agenda ketiga RUPSLB kali ini.

Di tengah gelaran RUPSLB pada pukul 11.00 WIB, siang ini, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, saham GIAA naik 1,03% di level Rp 394/saham pada pukul 9.54 WIB. 


Nilai transaksi mencapai Rp 76,49 miliar dan volume perdagangan 189,61 juta saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 10,25 triliun. Saham anak usahanya, PT GMF Aeroasia Tbk (GMFI) juga naik 1% di posisi Rp 101/saham dengan nilai transaksi Rp 5,31 miliar dan volume perdagangan 51,99 juta saham.

Dalam sebulan terakhir saham induk usaha Citilink ini melesat 64%, 3 bulan naik 54%, dan 6 bulan terakhir melesat 92%.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, RUPSLB ini akan dilaksanakan 20 November ini di Garuda City, Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Terdapat tiga mata acara dalam RUPSLB ini antara lain peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor perusahaan, perubahan anggaran dasar dan perubahan susunan pengurus perusahaan.

Hal ini berkaitan dengan rencana penerbitan dan pelaksanaan obligasi wajib konversi/OWK (mandatory convertible bond/MCB) sebanyak-banyaknya Rp 8,5 triliun yang akan dikonversi melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement).

Seperti disampaikan perusahaan sebelumnya bahwa GIAA akan merilis OWK paling banyak Rp 8,5 triliun.

Surat utang ini akan dikonversi 7 tahun kemudian menjadi kepemilikan saham melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD)/private placement.

Berdasarkan prospektus awal, harga private placement ini nanti akan dieksekusi di harga Rp 206/saham.

Jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 41,26 miliar saham sehingga nantinya saham seri B akan mengalami penurunan kepemilikan (dilusi) 61%.

Harga konversi ini ditetapkan berdasarkan 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sejak tanggal 13 Oktober 2020 atau pada tanggal penutupan bursa 1 hari sebelum tanggal 13 Oktober 2020 yang mana yang lebih rendah yakni sebesar Rp 206.

"Perseroan bermaksud untuk menerbitkan OWK melalui PMTHMETD dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi keuangan," tulis prospektus yang disampaikan perusahaan yang dirilis, 15 Oktober lalu.

Perusahaan mengharapkan dengan diterbitkannya OWK ini maka kondisi keuangan perusahaan menjadi lebih baik untuk melanjutkan keberlangsungan perusahaan. Hal ini juga mempertimbangkan peranan perusahaan terhadap konektivitas arus barang dan penumpang di dalam negeri dan mancanegara.

Dengan masuknya dana hasil aksi korporasi ini maka akan terjadi peningkatan nilai aset melalui peningkatan nilai kas setara kas Perseroan dari dana hasil Transaksi, sehingga dapat meningkatkan rasio lancar dan modal kerja bersih perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan penerbitan OWK ini dalam rangka pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Terkait dengan rencana pelaksanaan RUPSLB yang telah kami umumkan hari ini, dapat kami sampaikan bahwa RUPSLB tersebut dilakukan untuk mengajukan persetujuan kepada pemegang saham terkait pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Garuda Indonesia," kata Irfan, Rabu (14/10/2020).

Soal pergantian direksi, sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga merombak direksi dan komisaris Garuda pada RUPSLB 22 Januari 2020. Erick menunjuk Irfan Setiaputra menjadi Direktur Utama Garuda menggantikan Direktur Utama sebelumnya Ari Askhara yang terjerat kasus skandal motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Erick juga menunjuk Triawan Munaf dan Yenny Wahid sebagai komisaris baru Garuda. Triawan sebagai Komisaris Utama dan Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading