Diam-diam Saham Emiten Ini Meroket Gegara Proyek Kang Emil

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 November 2020 10:37
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten bangunan, real estate, kawasan industri, dan manajemen gedung PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) naik dalam beberapa hari terakhir menguat di tengah kabar proyek terbaru perusahaan yakni Subang Smartpolitan yang didukung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Data perdagangan BEI mencatat, saham SSIA pada pukul 10.12 WIB, Kamis ini (19/11/2020), naik tipis 0,88% di level Rp 570/saham, dengan nilai transaksi Rp 24,79 miliar dan volume perdagangan 43,30 juta saham.

Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 2,68 triliun, dengan kenaikan harga saham dalam sepekan 4,59%, 21% dalam sebulan, dan 6 bulan terakhir melesat 98%. 


Investor asing bahkan sudah belanja saham SSIA sebesar Rp 18,92 miliar dalam sebulan terakhir.

Proyek Subang Smartpolitan merupakan salah satu proyek dari Rebana Metropolitan (Cirebon, Patimban, Majalengka) dari Pemprov Jawa Barat.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, bahkan meyakini Subang Smartpolitan menjadi benchmark atau tolok ukur pembangunan di Rebana Metropolitan.

Ia menargetkan pada 2030, kawasan Rebana Metropolitan, termasuk Kabupaten Subang di dalamnya, akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru.

"Kami (Pemerintah Daerah Provinsi Jabar) akan terus mendorong kesuksesan termasuk membantu marketing, relasi dengan investor, hingga regulasi," kata Kang Emil, dikutip Kamis (19/11).

Ia menyebut konektivitas Subang Smartpolitan disokong akses tol, pelabuhan internasional, hingga bandara internasional.

"Saya sedikit menyumbang desain landmark-nya mudah-mudahan bisa dibangun lebih dulu supaya orang dari luar bisa datang berekreasi dan membuat orang penasaran dan berminat tinggal di situ (Subang Smartpolitan)," ujar Kang Emil.

Ia yakin dalam waktu 10 sampai 20 tahun ke depan, akan banyak cuan yang diperoleh dari mega proyek ini. Apalagi, kawasan yang dibangun bukan hanya sebagai tempat bekerja. Namun juga sekaligus tempat bermukim bagi masyarakatnya.

"Saya titip di masa depan kita harus mendesain kota yang selalu memiliki tiga nilai yaitu live, work, and play. Tinggal, bekerja, dan berekreasi di situ. Jika kita mendesain tempat bekerja saja tapi tempat tinggalnya jauh, akan terjadi commuting costs," kata Kang Emil.

Keyakinan Kang Emil itu tidak lepas dari pihak yang memegang proyek Subang Smartpolitan yakni SSIA.

Kini melalui Subang Smartpolitan dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 8 triliun, PT Suryacipta Swadaya di bawah naungan Surya Internusa Group berupaya menghadirkan kota industri yang berkelanjutan dengan teknologi mutakhir.

Dengan konsep "Smart and Sustainable City", Subang Smartpolitan akan menawarkan alokasi lahan untuk industri, komersial, hunian, area hijau, hingga fasilitas publik di area seluas 2.717 hektare.

"Live, learn, work, play, and entertain itu bagaimana kita harus hidup, bersama dengan kemajuan teknologi dan mengurangi global warming, membangun smart dan sustainable city untuk masa depan manusia," ucap Johannes Suriadjaja, Presiden Direktur Surya Semesta Internusa dalam groundbreaking ceremony Subang Smartpolitan di Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/11).

Johannes pun mengapresiasi Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang telah memberikan dukungan penuh dalam pengembangan Subang Smartpolitan.

"Terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kepada Gubernur Jabar yang sangat mendukung kami. Mari berkolaborasi, mari membangun Indonesia lebih baik," kata Johannes.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading