Saham Lain Minggir, BRI Hijau Sendirian karena Erickmologi!

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
13 November 2020 10:03
Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/Monica Wareza)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham sektor perbankan papan atas yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan koreksinya pada perdagangan hari ini setelah investor melancarkan aksi ambil untung alias profit taking.

Tercatat pada perdagangan hari ini, Jumat pagi (13/11/2020), indeks perbankan Infobank15 merosot sebesar 0,23% sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga turun 0,35%.

Aksi profit taking para investor wajar terjadi setelah sebelumnya saham-saham di sektor perbankan rata-rata terbang sebanyak 5 hari berturut-turut seiring dengan IHSG yang melesat pada periode yang sama.


Kenaikan indeks acuan bursa lokal serta indeks bursa saham di berbagai belahan dunia tentunya tidak terlepas kabar kesuksesan efektivitas vaksin corona dan dimenangkanya Pemilihan Presiden Amerika Serikat oleh Joe Biden.

Perusahaan farmasi asal AS Pfizer yang berkolaborasi dengan BioNTech asal Jerman mengumumkan vaksin buatannya efektif menangkal penyakit akibat virus corona (Covid-19) hingga lebih dari 90% tanpa efek samping yang berbahaya.

Simak gerak saham perbankan hari ini.

Terpantau emiten perbankan besar pada perdagangan hari ini seluruhnya terkoreksi di zona merah kecuali PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang berhasil melesat 1,52% ke level Rp 4.010/unit.

BBRI membukukan apresiasi karena sebelumnya dikabarkan akan melakukan aksi korporasi raksasa dalam waktu dekat.

Sedangkan penurunan paling parah dibukukan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan koreksi 1,40% ke level Rp 5.300/unit.

Untuk bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga terpaksa terdepresiasi 0,70% ke level Rp 31.875/unit.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN, Erick Thohir, selaku pemegang saham mayoritas di BRI sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia pernah memberikan petunjuk mengenai arah pengembangan BRI ke depan.

Hal ini disampaikan Erick saat menjadi pembicara dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook pada Februari 2020. Erick mengatakan, Kementerian BUMN akan mensinergikan BRI dengan Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

"Kami sudah rapat dengan BRI, kami ingin memastikan Juni ini terjadi sinergi yang luar biasa dengan Pegadaian [PT Pegadaian] dan PMN[PT Permodalan Nasional Madani). Jadi jelas, tidak ada lagi overlapping kebijakan di situ, dan target market-nya jelas, ini kalau terjadi, BRI akan jadi bank luar biasa. Cepat-cepat beli sahamnya!" ujar Erick saat itu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Investor Lokal Jadi Tuan Rumah di Bursa Saham BEI


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading