BUMN Karya Gencar Kejar Proyek Hingga ke Luar Negeri

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 November 2020 17:25
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (depan kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ( depan belakang) bersama Menteri BUMN Erick Thohir  (belakang kiri) dan  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (belakang kanan) melakukan Seremonial Pengecoran Closure Tengah Jembatan Lengkung  Bentang Panjang Kuningan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit Terintegrasi Wilayah Jabodebek di kawasan Gatot Subroto, Senin (11/11/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMN Karya kian gencar membidik proyek-proyek strategis di luar negeri. Beberapa proyek tersebut beragam, mulai dari renovasi istana presiden sampai proyek pengerjalaan jalur MRT yang tersebar di beberapa negara.

Misalnya saja, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang terus menggenjot pendapatan dari beberapa proyek di luar negeri. Namun, di tengah pandemi Covid-19, kontribusi pendapatan WIKA dari proyek luar negeri tahun ini direvisi menjadi 5% saja dari sebelumnya 10%.

Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito, menyebut saat ini ada beberapa proyek di luar negeri yang baru digarap, antara lain proyek konstruksi di Filipina, Taiwan dan Kongo yang nilai proyeknya di atas Rp 2 triliun, WIKA ditunjuk sebagai kontraktor. Tak hanya itu, beberapa proyek yang sedang dikerjakan perseroan antara lain, proyek rumah sipil di Aljazair yang progresnya sudah mencapai 65%.


"Kita sedang mengerjakan perumahan sipil Aljazair, 8 tower di sana, progres sudah 65%, sisanya 35% akan kita selesaikan sampai awal tahun depan," kata Agung kepada CNBC Indonesia.

Selain itu, WIKA juga dipercaya mendapat proyek renovasi istana kepresidenan Nigeria yang progresnya sudah mencapai 65% dan diperkirakan selesai pertengahan 2021. Dalam proyek tersebut, WIKA bertanggung jawab menyelesaikan empat bangunan meliputi ballroom, head of state atau bangunan pendukung di sekitar ballroom, service building atau pusat kontrol dan pavillion of president atau tempat tinggal presiden beserta keluarga.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 21,3 triliun, direvisi dari target sebelumnya Rp 65 triliun. Saat ini, kontrak baru yang sudah terealisasi mencapai Rp 7 triliun dan mendapat tambahan senilai Rp 3 triliun dari proyek food estate pemerintah.

Emiten BUMN Karya lainnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga membidik berbagai proyek konstruksi di luar negeri.

"Potensi ekspansi ke pasar luar negeri diproyeksikan senilai Rp 71 triliun antara lain ke Timur Tengah, Afrika serta, potensi pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan," ungkap Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, dalam siaran pers, Kamis (12/11/2020).

CNBC Indonesia mencatat, salah satu proyek yang dikembangkan Waskita di luar negeri misalnya konsorsium Indonesia Railway Development Consortium (IRDC) bersama dengan PT Industri Kereta Api (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) yakni pengembangan jalur kereta api dari Thakek di Laos ke Pelabuhan Vung Ang di Vietnam. Proyek itu dilakukan bekerjasama dengan Phonsavanh Group yang telah mendapat dukungan dari Pemerintah Laos.

Destiawan melanjutkan, pada tahun ini perseroan menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp 26,8 triliun. Adapun realisasainya hingga Oktober raihan kontrak baru mencapai Rp 15 triliun. Raihan nilai kontrak baru paling besar berasal dari pembangunan tol, bendungan, irigasi, perkuatan pantai di DKI, Sewerage di Jambi dan gedung.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading