RUPSLB 25 November, Ira Noviarti Calon Bos Baru Unilever

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 November 2020 11:23
Presiden Direktur Perseroan Unilever, Ira Noviarti  (Dok.  Unilever)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu 25 November mendatang dengan agenda utama rencana perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan dan Direksi Perseroan.

Berdasarkan pengumuman undangan RUPSLB kepada pemegang saham, disebutkan mata acara pertama rapat akan membahas mengenai rencana perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan pengunduran diri Sancoyo Antarikso karena sudah memasuki masa pensiun setelah 30 tahun berkarier.

Selain itu,Hemant Bakshi, sebagai Presiden Direktur UNVR juga mengundurkan diri dari jabatannya dan pengunduran diri Maurits Daniel Rudolf Lalisang dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris perseroan karena alasan pribadi.


"Hemant Bakshi akan diusulkan untuk diangkat sebagai Presiden Komisaris UNVR, menggantikan Maurits Daniel Rudolf Lalisang, Ira Noviarti akan diusulkan untuk diangkat sebagai Presiden Direktur UNVR, menggantikan Hemant Bakshi dan Reski Damayanti akan diusulkan untuk diangkat sebagai Direktur UNVR, menggantikan Sancoyo Antarikso," tulis dokumen UNVR, dikutip CNBC, Kamis (12/11/2020).

RUPSLB akan digelar di Kantor Pusat Grha Unilever, Green Office Park Kav. 3, Jalan BSD Boulevard Barat, BSD City Tangerang, pukul 09:30 WIB sampai selesai.

Dalam keterbukaan informasi yang dimuat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Oktober silam, UNVR sudah mengumumkan rencana pergantian Presiden Direktur Hemant Bakshi yang menduduki posisi ini sejak 2014. Hemant akan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan perusahaan kepada Ira Noviarti.

Hemant Bakshi, Dok UNVRFoto: Hemant Bakshi, Dok UNVR
Hemant Bakshi, Dok UNVR

Adapun pengunduran diri Hemant dari jabatannya efektif per 30 November 2020 karena pria berkewarganegaraan India ini akan memimpin salah satu divisi global di Unilever dengan ruang lingkup supervisi termasuk Indonesia.

Pengunduran diri juga diajukan oleh Maurits Lalisang yang telah menjabat sebagai Presiden Komisaris Unilever Indonesia selama 6 tahun terakhir.

"Untuk itu, perusahaan mengumumkan pengusulan Hemant Bakshi untuk menjadi Presiden Komisaris berikutnya," tulis manajemen UNVR.

Lantas siapa Ira yang bakal jadi bos baru UNVR?

Ira saat ini menjabat sebagai direktur yang membawahi kategori Beauty dan Personal Care Perseroan.

Berdasarkan data laporan keuangan 2019 audit, Ira diangkat sebagai direktur oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 18 Oktober 2017.

Usianya menginjak 48 tahun per 31 Desember 2019. Ira adalah Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi Keuangan, Universitas Indonesia, Indonesia (1995).

Ira, yang akan diusulkan menjabat sebagai Presiden Direktur UNVR dinilai oleh pemegang saham UNVR merupakan figur yang tidak diragukan lagi kapasitasnya. Ia tercatat telah menduduki sederetan posisi pimpinan senior di Indonesia dan Asia Tenggara, termasuk Direktur Ice Cream dan Media and Consumer Market Insight Unilever Indonesia (2010-2015).

Selain itu, dia pernah menjabat Managing Director untuk Unilever Foods Solutions South East Asia (2015-2017) hingga jabatan terakhir yaitu Beauty and Personal Care Director Unilever Indonesia (2017-2020) yang menaungi berbagai kategori terdepan perusahaan termasuk Lifebuoy dan Pepsodent.

Ira juga membawahi komite khusus penanganan pandemi Covid-19 melalui berbagai program donasi dan inisiatif #UnileverUntukIndonesia.

Selain itu, ia juga memimpin komite keberagaman dan inklusivitas perusahaan yang berfokus pada peningkatan keterwakilan perempuan untuk menciptakan kesetaraan gender, membuka kesempatan dan akses untuk rekan-rekan penyandang difabel, dan menghilangkan stereotip negatif di tempat kerja dan masyarakat.

"[Ira] tidak memiliki afiliasi dengan sesama anggota direksi, atau anggota dewan komisaris, atau dengan pemegang saham utama," tulis manajemen UNVR, dalam laporan keuangan audit 2019.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dirut & Komut Unilever Indonesia Mundur, Ada Apa?


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading