Gerak Saham Kimia Farma Dkk Liar, Bakal Jual Vaksin Pfizer?

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
10 November 2020 11:22
Karena Corona, Industri Farmasi Rumahkan 3 Ribu Karyawan (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten farmasi melambung tinggi pada perdagangan pagi ini merespons hasil uji coba vaksin covid-19 yang dikembang Pfizer dan BioNTech perusahaan farmasi asal Jerman.

Saham-saham PT Phapros Tbk (PEHA), anak usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF), melesat 4,93% ke level harga Rp 1.595/unit. Lalu saham KAEF naik 4,08% ke level Rp 3.320/unit.

Kemudia saham PT IndoFarma Tbk (INAF) menguat 3,77% ke level 3.300/unit, saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik 2,38% ke harga Rp 1.290 dan saham PT Kalbe Farma Tbk naik 1,69% ke harga Rp 1.505/unit.


Terkait soal pengembangan vaksin covid-19, kabar terakhir dari Pfizer menyebutkan, vaksin tersebut efektif menangkal virus Covid-19 hingga lebih dari 90% tanpa adanya efek samping berbahaya.

Demikian data yang dipublikasikan oleh kedua raksasa farmasi tersebut terkait uji klinis tahap akhir seperti dilansir dari CNBC International, Senin (9/11/2020).

Efektivitas vaksin hingga 90% tentu jadi kabar baik karena sejumlah ahli memperkirakan efektivitas vaksin hanya 75%.

Chairman & CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan perkembangan terakhir tersebut menjadi hari yang indah bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Efikasi final dari vaksin tersebut dikatakan aman.

"Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19," ujar Bourla dalam pernyataannya.

"Kami mencapai titik kritikal dari program pengembangan vaksin ini di saat dunia membutuhkannya karena infeksi terus menembus rekor, kapasitas rumah sakit sudah penuh dan ekonomi terguncang."

"Dengan berita hari ini kami sudah makin dekat untuk menyediakan vaksin kepada masyarakat di seluruh dunia, dan diharapkan bisa membantu mengakhiri krisis kesehatan dunia," ungkap Bourla.

Kedua perusahaan tersebut berencana untuk mengajukan penggunaan darurat vaksin kepada Food and Drug Administration (FDA) AS pada pekan ketiga November 2020.

Pfizer dan BioNTech berencana memproduksi 50 juta dosis vaksin Covid-19 di 2020 dan 1,3 miliar dosis di 2021. Diketahui keduanya sudah mulai uji klinis fase akhir di Juli 2020 lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading