Sstt...Ini Bocoran dari Bos Smelter Morowali Soal Potensi IPO

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 November 2020 12:53
foto/ Indonesia Morowali Industrial Park/ Dok. Indonesia Morowali Industrial Park

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham kerap menjadi pilihan bagi perusahaan untuk mendapatkan dana segar dari investor melalui pencatatan perusahaan di bursa saham (Initial Public Offering/ IPO). Hal ini terutama dilakukan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis usahanya.

Salah satu perusahaan yang kini terus berkembang terutama sejak beberapa tahun terakhir yaitu PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). IMIP merupakan pemilik kawasan industri smelter di mana sejumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel seperti Nickel Pig Iron (NPI), feronikel, stainless steel bahkan hingga komponen baterai lithium dioperasi di kawasan industri Morowali ini.

Lalu, dengan sejumlah peningkatan bisnis tersebut, apakah IMIP berencana mencatatkan perusahaannya di bursa saham Indonesia?


Chief Executive Officer (CEO) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus mengatakan, rencana untuk IPO selalu ada. Bahkan, persiapan-persiapan selalu dibuat untuk melangkah ke arah sana.

Meski persiapan ada, namun menurutnya belum ada rencana spesifik terkait hal ini. Hal ini menurutnya dikarenakan masih banyak pekerjaan yang mesti dirampungkan di Morowali.

"Bagi kita, rencana itu selalu ada, persiapan-persiapan itu kita buat, tapi kita belum ada time table karena masih banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan di Morowali," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Jumat lalu (06/11/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, percepatan pertumbuhan di Morowali tidak serta merta menyelesaikan semua persoalan. Misalnya, imbuhnya, pekerjaan rumah untuk menyediakan makanan bagi 40 ribu karyawan dalam sehari, penyerapan bahan baku yang sangat banyak di mana dalam setahun butuh 26 juta metrik ton bijih nikel.

Menurutnya, saat ini pihaknya juga sedang membangun satu lagi pelabuhan karena pelabuhan lama sudah tidak mampu lagi menampung.

"Untuk IPO ada pemikiran, ada rencana, tapi lebih baik kami bekerja menyiapkan semua terlebih dahulu, sehingga Morowali betul-betul menjadi satu kawasan yang terintegrasi solid dan kompetitif," tuturnya.

Sebagai informasi, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah menggantikan posisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi produsen logam nikel terbesar di Indonesia sejak 2018, meski pada 2014 kontribusi Vale terhadap produksi logam nikel nasional mencapai 77%.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif dalam sebuah diskusi tentang nikel pada Selasa (13/10/2020). Irwandy mengatakan, IMIP kini menjadi pemain terbesar di industri nikel Indonesia dengan persentase bahkan mencapai 50% sejak 2018. Menurutnya, hal ini menunjukkan perkembangan industri nikel di Tanah Air berubah sangat cepat.

Berdasarkan data pemaparan Irwandy, pada 2014 industri nikel masih dikuasai Vale sebesar 77%, lalu disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 19% dan lainnya 3%. Tak butuh waktu lama dalam mengubah komposisi, pada 2018 industri nikel langsung dikuasai oleh Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading