Wow! Morgan Stanley Borong Saham BBRI Rp 138 M di Pasar Nego

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 November 2020 15:22
Gedung Bank BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kondisi pasar saham yang masih berfluktuasi menjelang pengumuman hasil Pilpres AS, terjadi transaksi di pasar negosiasi atas saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 137,97 miliar.

Data perdagangan menunjukkan, transaksi di pasar nego atas saham BBRI ini terjadi pada pukul 10.45 WIB, Rabu (4/11/2020).

Pembelian sebanyak 40.941.500 saham BBRI oleh PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia dengan kode broker MS di harga Rp 3.370 per saham atau setara Rp 137,97 miliar. Adapun broker penjual saham tersebut juga adalah Morgan Stanley Sekuritas alias transaksi ini disebut crossing karena terjadi di satu sekuritas.


Mengacu data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sampai dengan pukul 14.39, harga saham BBRI terpantau melemah 2,37% ke level Rp 3.300 per saham.

Hari ini, saham BBRI diperdagangkan pada rentang harga Rp 3.290 sampai dengan Rp 3.420 per saham dengan nilai transaksi atau turnover mencapai Rp 358,87 miliar dan frekuensi sebanyak 20.548 kali.

Saat ini, nilai kapitalisasi pasar bank dengan aset terbesar di Indonesia ini mencapai Rp 407,04 triliun. Dalam 6 bulan terakhir, harga saham BBRI menguat 16,25% namun sejak tahun berjalan, masih terkoreksi 25,23%.

Pada penutupan sesi II, akhirnya saham BBRI turun 2,66% di posisi Rp 3.290/saham di tengah IHSG yang juga terkoreksi 1,05% di posisi 5.105.

Catatan CNBC Indonesia, sampai dengan semester pertama tahun ini, bank dengan kode saham BBRI ini mencatatkan laba bersih konsolidasi sepanjang semester I-2020 sebesar Rp 10,18 triliun, atau turun 36,88% dari periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 16,13 triliun.

Adapun laba bersih entitas induk yang digabung dengan kepentingan non pengendali Bank BRI mencapai Rp 10,20 triliun, juga turun 36,88% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 16,16 triliun.

Pendapatan bunga dan syariah bersih serta pendapatan premi mencapai Rp 37,09 triliun, turun 7,36% dari periode yang sama tahun lalu Rp 40,04 triliun.

Aset per Juni 2020 tercatat sebesar Rp 1.387,76 triliun, turun 2,04% dari posisi aset per Desember yakni Rp 1.416,76 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp 886,91 triliun pada periode 6 bulan pertama tahun ini, turun 1,07% dari periode yang sama tahun lalu Rp 877,44 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading