MARKET DATA
ROUND UP SEPEKAN

Harga Batu Bara Gagal Tembus ke Level Psikologis Lagi

Arif Gunawan,  CNBC Indonesia
01 November 2020 10:15
Harga Batu Bara Gagal Tembus ke Level Psikologis Lagi
Foto: Bongkar Muat Batu bara di Terminal Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara dunia menguat tipis sepanjang pekan ini, melanjutkan reli yang terbentuk sepekan sebelumnya, tapi belum cukup kuat untuk kembali ke level psikologis 60 yang tercetak pada awal Oktober.

Harga batu bara termal acuan Newcastle untuk kontrak yang ramai ditransaksikan dibanderol di level harga US$ 59,25/ton pada akhir pekan ini, atau terhitung menguat 2% dari posisi penutupan pekan sebelumnya di US$ 58/ton. Reli ini melanjutkan tren sepekan sebelumnya yang menguat sebesar 0,9%.

Kenaikan harga batu bara terjadi bersamaan dengan rumor bahwa China akan mengurangi impor batu bara asal Australia, terutama untuk produsen baja dan perusahaan listrik di Negeri Panda, terkait ketegangan politik kedua negara.

Pengiriman dengan tujuan yang telah dikonfirmasi di China turun secara signifikan pada bulan September dan tetap tertekan pada bulan Oktober, tetapi semua pelabuhan utama menunjukkan lebih dari 1 juta pengiriman ke tujuan yang belum dikonfirmasi dalam kedua bulan tersebut.

Namun, reli dibatasi oleh masih lemahnya impor batu bara di Asia. Di Jepang, impor batu bara termal periode September dilaporkan turun 7% (yoy) menjadi 8,5 juta ton. Sepanjang 9 bulan tahun ini, impor batu bara Negeri Sakura drop ke level terendah sejak 7 tahun terakhir.

Secara akumulatif, pada Januari-September Kementerian Keuangan Jepang melaporkan impor batu hitam tersebut sebesar 78,5 juta ton, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 82,5 juta ton.

Akibatnya, kenaikan harga batu bara dua pekan terakhir Oktober belum cukup untuk membawa harga kembali ke level akhir September sebesar US$ 61,85/ton. Harga komoditas andalan nasional itu anjlok di 2 pekan pertama Oktober, menjadi US$ 57,5 per ton akibat kenaikan kasus Covid-19 di AS dan Eropa yang bisa memicu karantina wilayah (lockdown).

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ags/ags) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Harga Melemah, Kiamat Batu Bara di Depan Mata?


Most Popular
Features