Dipilih Erick Jadi Komisaris BUMN, Ini Rencana Relawan Jokowi

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
30 October 2020 14:49
Dyah Kartika Djoemadi/dok pribadi

Jakarta, CNBC Indonesia - Dyah Kartika Rini atau Kartika Djoemadi, mantan komisaris PT Danareksa (Persero), yang resmi ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero) angkat suara terkait dengan berbagai strategi pengawasan yang akan dilakukan.

Dyah Kartika sebelumnya adalah eks relawan Joko Widodo (Jokowi) ketika mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012 dan Presiden RI 2014 silam. Dia juga menjabat Koordinator Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev).

"Untuk pertanyaan mengenai tugas dan tanggung jawab saya sebagai salah satu Komisaris Independen Jasa Raharja tentunya melakukan pengawasan untuk setiap aksi korporasi, menjaga GCG [tata kelola, good corporate governance] dan compliance atau kepatuhan terhadap regulasi," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/10/2020).


"Selain itu juga membantu memberikan saran atas setiap perbaikan yang dilakukan oleh pihak manajemen," katanya.

Dia mengatakan penugasan dirinya di asuransi hasil nasionalisasi perusahaan asuransi kerugian Belanda di tahun 1958 ini sesuai dengan SK Menteri BUMN tanggal 26 Oktober 2020.

"Dalam beberapa hari ini saya telah membaca laporan keuangan dan kinerja perusahaan, sejauh ini perusahaan dalam jalur yang benar, dan mempunyai kinerja yang baik," katanya.

Berdasarkan laporan keuangan Jasa Raharja, tahun lalu, jumlah pendapatan premi bruto naik 3,14% menjadi Rp 6,11 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5,93 triliun.

Pendapatan investasi naik 12.75% menjadi Rp 1,04 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 920,32 miliar, dan total pendapatan naik tipis 0,31% menjadi Rp 6,99 triliun dari sebelumnya Rp 6,98 triliun.

Jumlah klaim dan manfaat naik 2,16% menjadi Rp 3,02 triliun dari sebelumnya Rp 2,95 triliun.

Kenaikan ini terutama disebabkan peningkatan klaim dan manfaat sebesar Rp 159,52 miliar dalam setahun. Dari total klaim dan manfaat, paling besar disumbang oleh klaim dan manfaat dari kecelakaan lalu lintas jalan degan jumlah mencapai Rp 2,61 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,45 triliun.

Jumlah laba bersih tahun berjalan Jasa Raharja tahun 2019 sebesar Rp 1,56 triliun, turun 4,14% atau setara dengan Rp 67,27 miliar dibandingkan laba bersih tahun berjalan tahun 2018 sebesar Rp1,63 triliun.

Laporan investasi 2019 Jasa RaharjaFoto: Laporan investasi 2019 Jasa Raharja
Laporan investasi 2019 Jasa Raharja

"Penurunan laba bersih tahun berjalan merupakan imbas dari penurunan laba sebelum pajak penghasilan yang dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah beban," tulis laporan keuangan Jasa Raharja.

Terkait dengan maraknya industri asuransi yang disorot karena kasus korupsi asuransi BUMN, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Dyah menegaskan bahwa kendati Jasa Raharja berada pada industri yang sama, yaitu industri asuransi, namun manajemen melakukan pengelolaan dana masyarakat dengan cukup baik dan profesional.

Selain itu, tegasnya, secara core business, bisnis inti Jasa Raharja juga berbeda dengan asuransi Jiwasraya.

Hal ini lantaran Jasa Raharja memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui dua program asuransi sosial, yaitu Asuransi Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Umum yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.

Satu lagi yakni Asuransi Tanggung Jawab Menurut Hukum Terhadap Pihak Ketiga yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

"Mengenai pengelolaan investasi yang dilakukan oleh Jasa Raharja saat ini masih cukup konservatif, porsi investasi di pasar modal melalui penyertaan saham maupun reksa dana masih dalam batas normal," jelasnya.

"Dana masyarakat lebih banyak di investasikan pada kategori investasi yang aman," kata Dyah.

Sebagai informasi, mengacu data laporan keuangan Jasa Raharja, tahun lalu perusahaan menempatkan dana investasi hingga Rp 13,87 triliun, naik 7,89% dari tahun sebelumnya Rp 12,86 triliun.

Sebaran dari dana itu, yakni dibenamkan ke reksa dana mencapai 49,38% atau Rp 6,85 triliun, disusul kemudian deposito 19,82% atau Rp 2,75 triliun.

Adapun saham hanya 9,34% mencapai Rp 1,30 triliun, jumlah porsi saham secara persentase bertambah dari tahun 2018 yakni 7,28%.

"Insya Allah [investasi] Jasa Raharja aman," katanya.

Profitabilitas investasi Jasa Raharja 2019Foto: Profitabilitas investasi Jasa Raharja 2019
Profitabilitas investasi Jasa Raharja 2019

Situs profil profesional, LinkedIn mencatat, Dyah sebelumnya menjadi Komisaris Danareksa sejak Oktober 2015 sebelum ditunjuk Menteri Erick ke Jasa Raharja.

Adapun Komisaris Utama Jasa Raharja masih dijabat Budi Setiyadi, mantan Direktur Lalu Lintas Polda Riau yang juga menjabat Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya Dyah adalah founder dan owner dari PT Spindoctors Indonesia. Dia lulusan program master di UI, program doktoral 2017 juga di UI serta program business/managerial economics di University of Cambridge.

Soal ramainya sorotan publik karena relawan Jokowi jadi komisaris, dia menegaskan bahwa sebenarnya hal itu tidak perlu dipersoalkan.

"Karena jika dilihat dari total jumlah relawan Jokowi yang masuk ke BUMN (baik untuk posisi komisaris maupun direksi) itu jumlahnya sedikit sekali, yaitu kurang dari 1% dari total jumlah seluruh direksi dan komisaris yang ada di BUMN," jelasnya.

"itu pun tidak sembarangan, relawan juga harus melalui proses seleksi yang ketat dan profesional, hanya yang mempunyai kompetensi dan kapabilitas yang bisa diterima, dan itu wajar saja sepanjang memenuhi GCG."


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading