Internasional

Bursa Asia Kemarin Merah, Pasar Saham Singapura Terparah!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
30 October 2020 06:00
STI

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin (29/10/2020), mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street yang ditutup terkoreksi dalam pada Rabu (28/10/2020) akibat lonjakan kasus corona di negara bagian AS.

Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup melemah 0,37%, indeks Hang Seng di Hong Kong terpangkas 0,49%, indeks STI Singapura ambles 1,13% dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,79%.

Hanya indeks Shanghai China yang berhasil berbalik arah ke zona hijau, yakni 0,11%.


Bursa Asia mayoritas masih bergerak di zona merah karena bursa saham acuan global, yakni Wall Street ditutup terkoreksi sangat dalam, yakni sekitar 3% pada perdagangan Rabu (28/10/2020) waktu AS.

Data CNBC International mencatat, Indeks Nasdaq paling terkoreksi yakni sebesar 3,73% di level 11.004, sementara indeks S&P 500 juga ambles 3,53% di posisi 3.271.

Adapun indeks indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga terjerembab sebesar 3,43% di level 26.519.

Koreksi ini karena sentimen kenaikan kasus harian baru virus corona (Covid-19) di AS dan Eropa serta aksi pelaku pasar menjelang pilpres AS yang akan dilaksanakan pada 3 November mendatang.

Angka infeksi baru virus corona telah melampaui rekor dengan mencatatkan pertumbuhan rata-rata sebesar 71.832 dalam sepekan terakhir di AS. Di sisi lain, mereka yang menginap di rumah sakit naik 5% di 36 negara bagian, menurut data Covid Tracking Project.

Kenaikan ini mendorong beberapa negara memberlakukan kembali karantina wilayah (lockdown). Illinois, misalnya, telah memerintahkan Chicago melarang makan di tempat di dalam restoran.

"Ketakpastian seputar pembatasan pergerakan terkait Covid-19 dan politik AS berarti kita seharusnya mengantisipasi volatilitas masih akan tinggi hingga akhir tahun," tutur Mark Haefele, Kepala Investasi UBS, dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International.

Mengaburnya harapan akan adanya stimulus fiskal sebelum pemilihan presiden (pilpres) juga memperberat sentimen pasar di global.

Di kawasan Asia, selain data indeks keyakinan bisnis (IKB) Korea Selatan yang telah dirilis Kamis pagi, data ekonomi dan agenda lainnya adalah data penjualan eceran Jepang dan suku bunga acuan Bank of Japan (BoJ).

Berdasarkan data dari Trading Economics, data penjualan eceran Jepang periode September 2020 secara tahunan (YoY) turun drastis dari sebelumnya sebesar -1,9% menjadi -8,7%. Sedangkan secara bulanan (MoM) data penjualan Negeri Sakura tersebut turun dari sebelumnya di 4,6% menjadi -0,1%.

Selain data penjualan eceran, agenda lainnya yakni keputusan BoJ terkait suku bunga acuan pada periode Oktober 2020. BoJ memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level -0,1%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading