Mohon Bersabar Harga Emas Bisa ke US$ 2.000 Akhir Tahun

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 October 2020 10:48
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas mengalami penguatan pada pagi perdagangan hari ini Selasa (27/10/2020). Lonjakan kasus infeksi Covid-19 di AS dan ajang pesta demokrasi Pilpres AS yang dihelat 4 tahun sekali semakin dekat membuat harga emas terangkat naik. 

Pada 09.30 WIB harga emas dunia di area pasar spot naik 0,41% ke US$ 1.902,3/troy ons. Kemarin harga emas ditutup flat ketika saham-saham di Wall Street anjlok signifikan. 


Kasus infeksi Covid-19 di AS terus melonjak dan membuat pasar saham AS babak belur. Data kompilasi Universitas Johns Hopkins menunjukkan pertambahan kasus infeksi akibat virus Corona harian di AS telah meningkat menjadi rata-rata 68.767 kasus selama tujuh hari terakhir.

Ini adalah sebuah rekor. Pada hari Minggu saja, lebih dari 60.000 kasus dilaporkan. Paman Sam melaporkan lebih dari 83.000 infeksi baru pada hari Jumat dan Sabtu setelah wabah di negara bagian Sun Belt, melampaui rekor sebelumnya sekitar 77.300 kasus.

"Bagi saya, ini adalah gelombang kedua pandemi," kata Frank Rybinski, kepala strategi makro di Aegon Asset Management. "Sampai kita berhasil memberantas virus, itu akan menjadi seperti awan abu-abu di pasar." tambahnya.

Melansir CNBC, Rybinski menambahkan bahwa perusahaannya telah "mengurangi risiko" dari portofolionya dalam beberapa bulan terakhir.

Kendati kabar stimulus juga masih belum jelas dan kemungkinan tak akan ada kesepakatan sebelum tanggal 3 November, adanya gelombang kedua infeksi Covid-19 di AS membuat pasar cemas. Aset-aset minim risiko (safe haven) seperti emas kembali diburu. 

Berdasarkan poling nasional, calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden lebih diunggulkan. Namun sistem pemilu AS yang menggunakan mekanisme electoral college dan dinamika politik di lapangan membuat poling tidak bisa dijadikan patokan kuat untuk memprediksi siapa presiden AS ke depan. 

Namun pasar sepertinya sudah terbiasa dengan gagasan Joe Biden akan menang. Apabila kandidat dari Partai Demokrat menang maka ada kecenderungan paket stimulus ekonomi yang sangat besar akan digelontorkan. 

Injeksi likuiditas super masif ini akan membuat dolar AS semakin terdevaluasi, harga-harga saham naik begitu juga harga emas. Pasalnya the Fed selaku bank sentral masih akan menahan suku bunga rendah di saat defisit anggaran membengkak dan ekspektasi inflasi yang tinggi.

Emas dianggap sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap devaluasi nilai tukar akibat inflasi. Ke depan harga emas bisa naik lagi. Dalam waktu dekat setidaknya sampai akhir tahun harga emas berpotensi balik ke US$ 2.000/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading