Round Up Sepekan

3 Hari Tertekan Dihajar Dolar AS, tapi Rupiah Masih Selamat

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
24 October 2020 09:30
foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah bergerak menguat tipis saja melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada perdagangan pekan ini. Pekan ini sentimen dari dalam negeri relatif sepi membuat rupiah bergerak sideways.

Sementara itu dari pasar global sentimen penggerak mata uang garuda hanya dari tarik ulur stimulus fiskal untuk menanggulangi dampak Covid-19 di Amerika Serikat.

Melansir data Refinitiv, rupiah terapresiasi tipis 0,13% terhadap dollar AS selama sepekan terakhir ke level Rp 14.650/US$ meskipun pada perdagangan tiga hari terakhir rupiah keok melawan dolar Paman Sam.


Mata uang garuda dalam tiga hari perdagangan terakhir melemah karena sudah mulai ada kepastian soal stimulus fiskal AS, yang katanya bakal gol akhir pekan ini. Masih ada sejumlah perbedaan antara Gedung Putih dengan Kongres, tetapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan.

"Memang masih ada sejumlah pendapat yang berbeda. Namun, kami sudah memasuki tahapan negosiasi yang baru, di mana tinggal mengurus masalah teknis bahasa penyampaian," ungkap Mark Meadows, Kepala Staf Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.

Meadows menambahkan, Presiden Trump juga berkenan untuk mencapai kesepakatan. Oleh karena itu, Meadows yakin itu bisa dicapai dalam hitungan hari.

Namun karena belum ada kepastian, pelaku pasar memilih menahan diri. Akibatnya, arus modal asing yang mengalir ke pasar keuangan negara berkembang menjadi seret, termasuk ke Indonesia. Ini yang memangkas penguatan rupiah yang sempat menguat ke level Rp 14.610/US$ pada Rabu lalu (21/10/20).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading