Awas Jantungan! Saham-saham ini Ambles 29% Dalam Sepekan

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
17 October 2020 15:04
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berinvestasi di aset-aset berisiko seperti saham haruslah penuh dengan kehati-hatian agar sebisa mungkin tidak jatuh ke dalam kerugian yang sangat besar, terutama untuk investor ritel dan pemula.

Volatilitas di pasar saham yang tinggi memang bisa menjadi ajang untuk meraup cuan yang sangat tinggi, tetapi di saat bersamaan juga bisa membuat tekor. Apabila tidak cermat dalam memilih saham, Anda bisa rugi 30% hanya dalam kurun waktu sepekan.

Perdagangan pekan ini telah memberi contoh. Ketika indeks pasar yang dalam hal ini tercermin dari IHSG menguat nyaris 0,98%, beberapa saham bahkan mengalami penurunan nilai kapitalisasi pasar hingga nyaris 30%.


Lima saham penyandang status top losers pekan ini akan menghadiahi Anda dengan kerugian yang fantastis sebesar 24% - 29% dalam waktu yang relatif singkat. Kelima saham yang anjlok signifikan sepanjang minggu ini sejatinya telah menguat signifikan di minggu sebelumnya atau memang masuk periode downtrend.

Lagipula saham-saham yang menjadi top losers juga termasuk ke dalam saham dengan kapitalisasi pasar yang relatif kecil. Empat dari lima saham top losers memiliki nilai kapitalisasi pasar yang kurang dari Rp 100 miliar.

Kelima saham dengan return paling boncos sepekan ini adalah PT Sejahtera Bintang Abadi Tekstil Tbk (SBAT), PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS), PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), PT Bintang Semestaraya Tbk (BMSR), PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL).

Jika dilihat pada grafik di bawah ini terlihat bahwa saham-saham selain SBAT merupakan saham yang minggu sebelumnya mengalami kenaikan harga yang signifikan. Sementara untuk SBAT masih melanjutkan tren koreksinya.

Selain sama-sama menjadi penghuni kelompok top losers, kelima saham tersebut juga memiliki likuiditas yang cenderung rendah. Ini yang tentu perlu diperhatikan baik oleh trader, spekulan maupun investor terutama bagi yang pemula.

Selain melihat pada pola pergerakan harga dan likuiditas dalam transaksi, investor juga perlu mencermati kinerja fundamental serta prospek usaha perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Jangan sampai beli kucing dalam karung.

Sebagai informasi, kelima saham penghuni top losers pekan ini berasal dari sektor industri yang berbeda-beda, misal SBAT dari tekstil, KPAS bergerak di industri kapas dan kosmetik, KAYU memiliki diversifikasi bidang usaha di sektor perdagangan, pertanian, pengangkutan dan jasa lainnya.

Sementara untuk BMSR bergerak di sektor perdagangan bahan kimia dan beras. Untuk POLL merupakan emiten pengembang properti anak perusahaan dari Pollux Properties Ltd, adalah pengembang properti di Singapura dengan fokus eksklusif pada pengembangan properti perumahan dan komersial


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading