Resmi Persunting Nikita Willy, Berapa Kekayaan Bos Blue Bird?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 October 2020 11:58
Instagram Nikitawillyofficial94

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar bahagia datang dari keluarga besar Grup Blue Bird. Salah satu 'pewaris' bisnis transportasi taksi Blue Bird yakni Indra Priawan Djokosoetono resmi menikah dengan artis Nikita Willy.

Akad nikah dilangsungkan pagi ini, Jumat (16/10/2020), di kediaman Nikita di Jatiwaringin, Bekasi. Akad nikah, seperti diberitakan InsertLive, berjalan sesuai rencana.

Indra menikahi Nikita dengan mahar emas seberat 75 gram serta berlian 9 karat dan seperangkat alat salat


Indra mengucapkan ijab kabul secara lantang dengan sekali pengucapan dan tanpa pengulangan.

[Gambas:Instagram]



"Saya terima nikah dan kawinnya Nikita Purnama Willy dengan mas kawin dan seperangkat alat salat dibayar tunai," ucap Indra Priawan dalam siaran langsung Bridestory, dikutip InsertLive.

Para saksi dan hadirin yang turut hadir di acara tersebut lalu menyatakan bahwa pernikahan mereka sah. Pernikahan Nikita dan Indra digelar secara tertutup dan hanya dihadiri kerabat terdekat dan keluarga. Mereka membatasi jumlah tamu atas pertimbangan pandemi Covid-19 dan peraturan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

Lantas siapa sebetulnya Indra Priawan?

Indra adalah anak dari Chandra Suharto Djokosoetono, generasi kedua pemilik Blue Bird Group.

Chandra juga anak laki-laki pertama dari Ibu Mutiara Fatimah Djokosoetono, pendiri Blue Bird.

Situs resmi Blue Bird menceritakan, bisnis mereka berawal dari tahun 1965. Saat itu Mutiara Fatimah Djokosoetono dan dua anak laki-lakinya (Chandra Suharto dan Purnomo Prawiro) menjalankan taksi tanpa argo taksi Chandra Taksi.

Adapun, dari pantauan di sosial media milik Indra, dia juga sering kedapatan mewakili keluarganya di berbagai acara perusahaan. Saat ini Indra juga tercatat sebagai pemegang saham di induk usaha Blue Bird Group, yakni PT Blue Bird Tbk (BIRD).

Berdasarkan data laporan keuangan BIRD per Juni 2020, pemegang saham BIRD yakni PT Pusaka Citra Djokosoetono 31,52%.

Berikutnya ada Purnomo Prawiro 9,56%, Kresna Priawan Djokosoetono (komut) 6,17%, dan Sigit Priawan Djokosoetono (direktur) 5,97%.

Lalu ada Indra Priawan Djokosoetono 5,82% (setara 145.744.700 saham), Adrianto Djokosoetono (Direktur) 4,93%, Noni Sri Ayati Purnomo (Dirut) 4,83%, Sri Adriyani Lestari 2,50%, Bayu Priawan Djokosoetono (komisaris) 0,15%, dan investor publik 28,55%.

Berapa nilai saham Indra?

Jika mengacu pada harga saham rata-rata BIRD di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat ini (16/10) di level Rp 898/saham, dan jumlah saham sebanyak 145.744.700, maka porsi saham Indra bernilai sekitar Rp 131 miliar.

Jangan lupa, saham BIRD pernah mencapai rekor setahun terakhir di level Rp 2.890/saham, sehingga nilai saham Indra bisa mencapai Rp 421 miliar, dengan catatan harga saham BIRD bisa balik lagi.

Data perdagangan menunjukkan, saham BIRD pada sesi I Jumat ini turun 0,56% di level Rp 895/saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 2,24 triliun. Secara tahun berjalan atau year to date, saham BIRD minus 64%.

Saat ini kegiatan usaha yang dilakoni BIRD adalah transportasi taksi.

Perusahaan beroperasi di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bali, Bandung, Banten, Batam, Lombok, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya, Makassar dan Bangka Belitung.

Saat ini, kantor Perusahaan terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya Nomor 60, Jakarta Selatan.

Pada 29 Oktober 2014, perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan perihal Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) Blue Bird. 

Perusahaan melakukan penawaran umum perdana atas 376.500.000 saham-saham barunya dengan nilai nominal Rp 100/saham melalui BEI dengan harga penawaran Rp 6.500/saham yang dinyatakan efektif pada 4 November 2014. 

Tak hanya Indra, sebelumnya Adrianto Djokosoetono, dari keluarga BIRD, juga menikahi artis Titi Rajo Bintang pada 12 November 2016. Adrianto adalah Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) periode 2015-2020 dan Direktur BIRD.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading