RUU Cipta Kerja Diteken, 5 Saham Ini Meroket!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
06 October 2020 06:52
Ilutrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin kemarin (5/10/20) ditutup naik 0,65% di level 4.958,76. Sebanyak 224 saham menguat, 175 saham turun, dan 162 saham stagnan.

Data perdagangan mencatat, IHSG menguat 1,06% dalam 5 hari perdagangan akumulatif, dan secara tahun berjalan atau year to date indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini (BEI) minus 21,28%.

Pada perdagangan kemarin, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 355 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 5,7 triliun.


Saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 81 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 83 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan beli bersih sebesar Rp 23 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy sebesar Rp 19 miliar.

Kenaikan IHSG seiring dengan terbangnya bursa benua kuning. Indeks Nikkei di Jepang naik 1,23%, Hang Seng di Hong Kong loncat 1,32%, sementara indeks STI Singapura juga naik 0,85%.

Di tengah penguatan IHSG, terdapat 5 saham mencatatkan penguatan tertinggi pada Senin kemarin.

5 Saham Top Gainers, 5 Oktober 2020

1. PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST)
Saham JAST melesat 34,02% di level Rp 130/saham, dengan nilai transaksi Rp 55,8 miliar dan volume perdagangan 469,3 juta saham. Perusahaan ini 
bergerak di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi, dan aktivitas telekomunikasi dengan kabel.

2. PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS)

Saham KPAS naik 27,38% di posisi Rp 107/saham dengan nilai transaksi Rp 10,3 miliar dan volume perdagangan 110,8 juta saham. Cottonindo Ariesta didirikan pada 1994 dan dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di industri kapas wajah modern pertama di Indonesia.

3. PT Link Net Tbk (LINK)

Saham anak usaha First Media ini melesat 19,40% di posisi Rp 2.400/saham, dengan nilai transaksi Rp 88,6 miliar dan volume perdagangan 38,8 juta saham. Satu sentimen bagi LINK adalah rencana divestasi Grup Lippo dan CVC kepada sedikitnya empat investor baru yang akan mengubah porsi pemegang saham pengendali.

4. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)

Saham KIJA menguat 12,63% di posisi Rp 214/saham, dengan nilai transaksi Rp 22,5 miliar dan volume perdagangan 109,2 juta saham. Jababeka mengelola kawasan industri di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

5. PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG)

Saham PAMG naik 11,24% di posisi Rp 99/saham dengan nilai transaksi Rp 8,8 miliar dan volume perdagangan  91,2 juta saham. Perusahaan ini bergerak dalam bidang penyewaan pusat pembelanjaan (mall), dan penyewaan bangunan hotel, dan berbasis di Riau.

Salah satu sentimen para pelaku pasar (dan dunia) kemarin ialah soal kesehatan Presiden AS Donald Trump yang terjangkit Covid-19. Melalui berbagai cuitan di Twitter, Trump mengungkapkan kondisi kesehatannya yang sepertinya tidak ada penurunan berarti.

Ia bahkan akan dipulangkan hari ini Senin (5/10/2020). Meski sempat diberi deksametason, obar steroid untuk pasien dengan gejala berat, dokter meyakinkan prospek kesehatan pria 74 tahun itu bagus.

"Presiden terus membaik. Seperti penyakit lainnya, sering terjadi pasang surut," kata dokter Trump, dr Sean Conley.

Trump sebelumnya diterbangkan dari Gedung Putih ke pusat medis militer Walter Reed pada Jumat, setelah menderita demam. Ia juga disebut mengalami penurunan tingkat oksigen yang cukup mengkhawatirkan.

Selain itu, dari dalam negeri sentimen positif ialah disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi UU dalam Sidang Paripurna, Senin kemarin (5/10).

Pengesahan dinilai akan membawa angin segar bagi dunia usaha lantaran memang sudah ditunggu-tunggu para pengusaha sejak lama.

"UU tersebut mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja, melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani, dalam keterangan resmi, Senin (5/10).

"Juga kemudahan bagi pelaku usaha terutama UMKM, ekosistem investasi yang kondusif, hingga tercipta lapangan kerja yang semakin besar untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah," kata salah satu pendiri Grup Recapital ini.

"Penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6-7% untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan konsumsi di kisaran 5,4-5,6%," ujar Rosan.

Menurutnya, ketika UU Cipta Kerja diterapkan maka akan meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong investasi masuk sehingga akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat yang akhirnya akan mempercepat pemulihan perekonomian nasional, apalagi di masa pandemi ini.

"Kejadian pandemi Covid-19 memberikan dampak kontraksi perekonomian dan dunia usaha yang sangat signifikan, RUU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi," kata Rosan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading